“Kepercayaan publik harus dikembalikan. Tanpa nasabah, BPRS Gayo tidak akan berdiri, sehingga pemerintah harus berterimakasih kepada masyarakat Aceh Tengah khususnya,” ucap Aramiko.
Selain itu, ia mengungkapkan keberadaan BPRS Gayo sebenarnya adalah sebuah kebanggaan karena memiliki sistem perbankan secara mandiri yang dimiliki daerah itu.
“Saya yakin semua steakholder di Aceh Tengah tetap mempertahankan keberlanjutan BPRS Gayo dengan catatan harus terbuka ke publik soal polemik yang terjadi,” pungkasnya.
Sementara itu, Komisaris Utama yang merupakan pejabat Sekda Aceh Tengah saat ditanya tentang kondisi terakhir tentang BPRS menyatakan bahwa terkait itu, sedang dalam proses, jawabnya singkat. (AR)




