APH Diminta Pantau Oknum Nakal Pengumpul Bantuan untuk Korban Banjir Aceh

Senin, 1 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH (MA) Laskar Panglima Nanggroe Aceh, melalui ketuanya Sulaiman Manaf alias Bos Manyak, meminta Aparat Penegak Hukum (APH) memperketat pengawasan terhadap oknum-oknum yang memanfaatkan situasi darurat banjir di Aceh untuk mengumpulkan bantuan tanpa izin dan tanpa identitas yang jelas. Permintaan tersebut disampaikan Bos Manyak dalam rilis persnya, Senin, 1 Desember 2025.

Menurutnya, di tengah situasi masyarakat yang sedang kesulitan, muncul kelompok maupun individu yang mengatasnamakan relawan untuk menggalang donasi, namun tidak memiliki legalitas serta tidak tercatat pada posko resmi. “Ada laporan masyarakat bahwa sejumlah oknum datang ke warung, rumah warga, hingga tempat publik, mengaku membawa nama organisasi tertentu. Ini harus diawasi, jangan sampai ada yang mengambil keuntungan pribadi dari derita korban banjir,” tegasnya.

BACA JUGA...  Warul Waliddin : Barus Penghasil Kamper Terbaik Dunia Yang Diislamkan Kesultanan Aceh

Ia menegaskan, pengumpulan bantuan publik harus berada dalam pengawasan negara, lembaga kemanusiaan resmi, atau komunitas yang sudah memiliki rekam jejak. Jika dibiarkan, tindakan tersebut tidak hanya merusak citra gerakan kemanusiaan, tetapi juga berpotensi merugikan korban yang sangat membutuhkan bantuan cepat dan tepat.

Bos Manyak juga meminta masyarakat untuk berhati-hati dan tidak sembarangan memberikan bantuan kepada pihak yang tidak jelas asal-usulnya. Ia mendorong agar donasi disalurkan melalui posko pemerintah, lembaga kredibel, atau relawan resmi yang sudah diketahui mekanisme distribusinya.

BACA JUGA...  Istri Keuchik Se-Kuala Batee Ikut Perlombaan Pidato

“Situasi darurat tidak boleh menjadi ladang bagi penipu. Kami meminta APH turun langsung memverifikasi dan menindak jika menemukan unsur penyalahgunaan penggalangan dana. Semua bantuan harus sampai kepada korban, bukan masuk ke kantong pribadi,” tegasnya dalam rilis tersebut.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat tetap menjaga solidaritas, namun tetap waspada terhadap oknum yang ingin memanfaatkan musibah sebagai kesempatan mencari keuntungan pribadi. (r)

BACA JUGA...  Menuju Indonesia Zero, Bupati Komit Fokus Gizi dan Cegah Stunting

Berita Terkait

Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok
Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi
PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta
Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut
Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN
Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan
Korem 011 Semarakkan HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:25 WIB

Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok

Selasa, 1 September 2026 - 13:47 WIB

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:09 WIB

PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:37 WIB

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Berita Terbaru

Usai Coffee Morning foto bersama awak media di Polsek Sukakarya Kota Sabang

RAGAM BERITA

Coffee Morning Kapolres Sabang, Media Diajak Perkuat Sinergitas

Jumat, 11 Sep 2026 - 17:14 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM saat menyerahkan santunan dan memeluknya anak yatim dengan air mata berlinang di acara Harlah Samudra Pasai Ke-800 tepatnya pada malam keempat acara tersebut, Kamis malam, (10/9).

PEMERINTAHAN

800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 

Jumat, 11 Sep 2026 - 08:05 WIB