Anehnya, begitu kata Mahmud Padang, kegiatan Bimtek acap kali dilaksanakan di luar Aceh Singkil. Padahal, apabila kegiatan Bimtek tersebut dilaksanakan di wilayah Aceh Singkil, tentunya akan meningkatkan penghasilan masyarakat Aceh Singkil. Hal ini pun semakin membuat tanda tanya besar. Kenapa kegiatan Bimtek harus selalu di luar kota?. Hal lain apa yang sebenarnya dicari oleh penyelenggara mau pun peserta sehingga harus ke luar kota?
Menurut Ketua Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (ALAMP AKSI) Provinsi Aceh Mahmud Padang, kegiatan Bimtek itu seperti dipaksakan.
Betapa tidak, di saat masyarakat Aceh Singkil sedang berduka karena tertimpa bencana banjir, para Kepala Desa dan Kepala BPKamp malah lebih mementingkan kegiatan Bimtek tersebut. Padahal para Kepala Desa di Aceh Singkil sudah berulangkali melaksanakan Bimtek. Namun output dari Bimtek tersebut seakan tidak memberikan perubahan perbaikan yang signifikan untuk Desa di Aceh Singkil dan bahkan terkesan hanya untuk menghamburkan keuangan Desa.
Dia mengatakan, dengan adanya aksi ini, diharapkan aparat Kejati Aceh turun tangan menangani kasus korupsi di Aceh Singkil.
“Penegak hukum hendaknya dapat menghargai perjuangan kami dan merespon cepat terhadap dugaan korupsi yang disampaikan DPW ALAMP AKSI Aceh,” kata Mahmud Padang.




