Alam Peudeung Perekat Aceh

Selasa, 13 Agustus 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (ADC)- Bendera Alam Peudeung (Alam Padang), menjadi perekat masyarakat Aceh. Hal ini tampak, saat berkumpulnya ratusan keturunan raja-raja Aceh di Komplek pemakaman raja ‘Meureuhom Daya’ Kabupaten Aceh Jaya, Selasa 14 Agustus 2019.

Hal tersebut disampaikan Manager Kampanye Lembaga Advokasi Rakyat Aceh (LARA), Arif Tajul di Banda Aceh, menyikapi prosesi adat ‘Seumeulung’ yang digelar setiap hari ketiga Idul Adha oleh Pemerintah Aceh Jaya bersama keturunan raja Meureuhom Daya.

BACA JUGA...  Jembatan Perbatasan Rusak dan Berlubang Sangat Membahayakan

Arif menyebutkan, pengibaran bendera Alam Peudeung di komplek makam raja Meureuhom Daya, Sultan Alaidin Riyatsyah di Gampong Glee Jong Kecamatan Daya, Kabupaten Aceh Jaya, merupakan simbol pemersatu yang mampu mengeratkan komponen masyarakat.

“Kita lihat acara adat Seumeulung, tidak hanya keluarga raja. Masyarakat umum dan sejumlah pelancong lokal maupun luar membaur di sana. Ini kearifan lokal yang mampu menyatukan dan sejuk,” ucap Arif Tajul.

Kemudian, ia menyakini bahwa Alam Peudeng yang merupakan bendera simbol perjuangan raja-raja Aceh terdahulu, dapat menjadi alternatif pemersatu Aceh, ditengah gaduhnya ikhwal lambang dan bendera Aceh.

BACA JUGA...  Lebih Besar, Action Mobile Banking Bank Aceh Hadirkan Tiga Layanan Transfer

“Alam Peudeung simbol perlawanan, perjuangan orang Aceh yang berbeda pandangan politik maupun kelas sosial, dalam mengusir imperialis barat–Belanda di Aceh,” paparnya.

Lanjutnya, ada pesan yang tersirat dari prosesi adat Seumeulung. Yakni, kearifan lokal yang menyatu dalam satu rajutan silaturrahmi diantara pewaris kerajaan-kerajaan di Aceh.

Selain itu, pesan moral yang tersampaikan ke pihak luar Aceh, tentang kondisi keamanan dan damai yang telah ditoreh propinsi paling barat Nusantara ini.

BACA JUGA...  Orang yang Makan Gaji Buta, Shalatnya tidak Diterima

“Ada wisatawan luar daerah yang berkunjung menyaksikan berkibarnya Alam Peudeng. Ini akan tersosialisasi bahwa Aceh aman, damai dan bersatu lewat simbol bendera Alam Peudeung,” pungkas Arif Tajul.

Sebagaimana diketahui, prosesi adat Seumeulung merupakan agenda tahunan pihak pewaris kerajaan Meureuhom Daya. Kemudian, kini telah menjadi program tahunan Pemkab Aceh Jaya lewat instansi terkaitnya. (Ahmad Fadil/Rel)

Berita Terkait

Kandidat Ketua PWI Aceh NN Sesalkan Indikasi Pembunuhan Karakter 
Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie
Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 
Indonesia Bidik Kemitraan Strategis Migas di ADIPEC 2026
Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026
Ketua PSI Persiber Indonesia Audiensi dengan Kadis Pendidikan Aceh
Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:13 WIB

Kandidat Ketua PWI Aceh NN Sesalkan Indikasi Pembunuhan Karakter 

Kamis, 5 November 2026 - 19:57 WIB

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 November 2026 - 11:03 WIB

Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh

Rabu, 4 November 2026 - 21:43 WIB

Indonesia Bidik Kemitraan Strategis Migas di ADIPEC 2026

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Berita Terbaru

Satgas PB Asel melaksanakan gotong royong membersihkan Fasum dan rumah warga di Trumon, Kamis, (5/11/2026).(Foto/mediaaceh.co.id,/istimewa).

MILITER

Satgas Bencana Asel Bersihkan Fasum dan Rumah Warga

Kamis, 5 Nov 2026 - 20:05 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat membesuk korban dugaan kekerasan di rumah sakit Pidie.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 Nov 2026 - 19:57 WIB