Menurutnya, sinergi antara ulama, dayah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi fondasi penting dalam memperkuat dakwah Islam Aswaja sekaligus menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam di Aceh.
Ia menilai keberadaan pengajian yang aktif di tengah masyarakat merupakan benteng utama dalam menjaga kemurnian aqidah umat, meluruskan pemahaman dalam bermuamalah, serta membimbing masyarakat menuju penghayatan tasawuf yang benar dan moderat sesuai tuntunan ulama Ahlussunnah wal Jama’ah.
“Kami berharap TASTAFI tidak hanya hadir sebagai organisasi formal semata, tetapi benar-benar menjadi penggerak dakwah dan pendidikan umat hingga ke setiap sudut Aceh Selatan. Pengajian-pengajian harus kembali hidup di tengah masyarakat sebagai cahaya ilmu yang membentengi aqidah umat, meluruskan praktik muamalah, serta menanamkan kemantapan ruhani dan akhlak melalui pemahaman tasawuf yang benar dan moderat,” katanya.
Tgk. Erli juga menegaskan bahwa pelantikan Pengurus TASTAFI Aceh Selatan periode 2026–2031 menjadi momentum penting dalam memperkuat ukhuwah islamiyah, meningkatkan koordinasi antarulama dan lembaga dayah, serta memperbesar kontribusi organisasi dalam membangun peradaban Islam yang berilmu, beradab, dan berakhlakul karimah di Aceh Selatan.(Maslow Kluet)




