Abu Salam: Bustami dan Fadhil Rahmi Pecah Belah Rakyat Aceh Demi Kursi Kekuasaan

Teuku Emi Syamsumi (Abu Salam) Ketua KPA Wilayah Luwa Nanggroe (Foto/Dok : Umar Hakim/mediaaceh.co.id).

“Mereka memfitnah Mualem dan Dek Fadh dengan narasi seperti ‘awak toet rumoh sikula’, ‘awak bangai’, dan ‘bodoh’. Narasi ini bukan saja tidak bermoral, tapi juga mencerminkan kemunduran demokrasi di Aceh,” ucap Abu Salam.

Ia mengingatkan bahwa perdamaian di Aceh lahir dari perjuangan panjang dan darah para syuhada GAM, yang akhirnya berhasil merangkul Pemerintah Republik Indonesia dalam sebuah kesepakatan bersejarah.

BACA JUGA...  Gedung Paripurna DPR Aceh Terbakar di Tengah Memanasnya Isu Empat Pulau

“Bustami harus ingat, perdamaian ini bersemi karena kesungguhan semua pihak. Jangan bangunkan singa yang sedang tidur dengan play victim dan gaslighting kami,” imbuhnya dengan peringatan keras.

Menjaga Aceh dari Ambisi yang Menggerogoti. 

Abu Salam menyerukan rakyat Aceh untuk bersatu melawan upaya pecah belah yang dilakukan oleh Bustami dan Fadhil Rahmi. Menurutnya, ambisi kekuasaan mereka tak hanya merusak persatuan, tapi juga mengancam nilai-nilai luhur perdamaian yang selama ini menjadi kebanggaan Aceh.

BACA JUGA...  Abu Salam Pastikan Investasi Bio Karbon di Sabang, KPA Luwa Nanggroe Buka Jalan Baru untuk Aceh

“Jangan sampai kita lupa. Perjuangan perdamaian ini bukanlah hadiah. Ini adalah darah, air mata, dan pengorbanan yang tak ternilai. Jika ada yang menghancurkannya demi kepentingan pribadi, maka rakyat Aceh akan bangkit melawannya,” tutup Abu Salam.

Pernyataan Abu Salam ini seolah menjadi alarm bagi rakyat Aceh, mengingatkan mereka untuk tidak terpancing oleh narasi pecah belah.