PD Aceh Kecam Rencana BPKH Kelola Tanah Wakaf Aceh di Mekkah

Rabu, 14 Maret 2018

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris DPW PD Aceh Kabupaten Aceh Besar, Darwis, S.Pd.I

Sekretaris DPW PD Aceh Kabupaten Aceh Besar, Darwis, S.Pd.I

Aceh Besar (ADC) – Partai Daerah (PD) Aceh mengecam keras terhadap rencana alih hak kelola Baitul Asyi oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Indonesia yang ingin berinvestasi di tanah wakaf milik rakyat Aceh di Mekkah. Hal ini diungkapkan salah satu Pendiri Partai Daerah Aceh, Darwis, S.Pd.I, di Aceh Besar, Rabu (14/03/2018) .

“Jangan seenak, mau otak atik yang namanya wakaf, pelajari dulu ikrar pewakafnya bagaimana, karena yang menyakut dengan wakaf, hal yang fatal bagi kami rakyat Aceh,” kata Darwis.

BACA JUGA...  Tugas Jurnalis Berat Ditengah Peliputan Covid19

Oleh karena itu, Ia meminta kepada Kepala BPKH Indonesia, Anggito Abimanyu untuk membatalkan niat ingin ambil alih investasi di Baitul Asyi tersebut, Darwis menyebutkan, angan ganggu kedamaian dan kenyamanan kami rakyat Aceh yang mulai tumbuh dan terbina dengan baik selama ini.

“Saya rasa ini merupakan isu yang sangat sensitif bagi masyarakat Aceh, kalau benar rencana BPKH itu, maka gubernur Aceh sebagai Kepala Pemerintahan Aceh wajib menolaknya,” ujar sekretaris DPW PD Aceh Kabupaten Aceh Besar.

BACA JUGA...  PMII Langsa Gelar Pelatihan Kader Dasar 

Dijelaskannya, BPKH Indonesia seharusnya paham dan mengerti sejarah dan peruntukkan tanah wakaf ini, sebelum mengajukan rencana investasi. Sebab, katanya, tanah wakaf tersebut memiliki historis dan hubungan emosional yang sangat kuat dengan rakyat Aceh.

“Selama ini jamaah haji asal Aceh selalu mendapatkan hadiah berupa uang dari hasil pengelolan tanah wakaf tersebut, jika rencana investasi tidak sesuai dengan ikrar wakaf dan peruntukannya, maka rakyat Aceh berhak menolaknya,”jelas Darwis.

BACA JUGA...  Usman Lamreung: ‘Gilak’ Arus Listrik di Balohan Sabang Kok Diputus?

Di samping itu, Darwis juga meminta kepada BPKH Indonesia, agar lebih sensitif terhadap perasaan masyarakat Aceh.

“Hal ini penting, karena, ingatan kolektif masyarakat Aceh terkait wakaf dan sumbangan yang diserahkan dan atau dikelola oleh Pemerintah Pusat, dalam sejarahnya selalu melahirkan kekecewaan bagi masyarakat Aceh,” pungkasnya.[*]

Berita Terkait

Indonesia Bidik Kemitraan Strategis Migas di ADIPEC 2026
Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers
Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo
Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik
Dinding Krueng Doy Ambruk, Jalan Warga Terancam Ikut Longsor
Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang
PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers
Pemko Banda Aceh Gencarkan Screening HIV di Sekolah, Libatkan Ratusan Siswa

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 21:43 WIB

Indonesia Bidik Kemitraan Strategis Migas di ADIPEC 2026

Rabu, 23 September 2026 - 11:10 WIB

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Selasa, 22 September 2026 - 18:30 WIB

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Kamis, 10 September 2026 - 14:44 WIB

Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik

Rabu, 9 September 2026 - 22:53 WIB

Dinding Krueng Doy Ambruk, Jalan Warga Terancam Ikut Longsor

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa).

PEMERINTAHAN

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:42 WIB