Sahabat Presisi Ingatkan Risiko Politisasi di Balik Isu Pergantian Kapolri

JAKARTA  | MA — Panggung politik nasional sedang dihangatkan oleh dinamika dan isu mengenai Surat Presiden (Surpres) terkait pergantian pimpinan tertinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Di tengah situasi tersebut, respons yang ditunjukkan oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dinilai mencerminkan ketenangan dan kedewasaan institusional.

Sebelumnya, Jenderal Sigit menegaskan posisinya sebagai prajurit Bhayangkara yang senantiasa siap menjalankan instruksi pimpinan tertinggi negara, termasuk keputusan yang berkaitan dengan rotasi jabatan di tubuh korps Bhayangkara.

BACA JUGA...  Sail Sabang Event Terbesar Untuk Kesejahteraan Rakyat

“Itu prerogatif Presiden. Jadi, buat kami prajurit apa pun dilaksanakan. Kita menunggu saja,” ujar Sigit usai menghadiri rapat di Kementerian Polkam, Jakarta Pusat.

Menanggapi wacana yang bergulir di ruang publik, Koordinator Sahabat Presisi, Egi Hendrawan, menyampaikan pandangan analitisnya. Ia menilai bahwa wacana pergantian Kapolri pada momentum saat ini tidak hanya belum mendesak, tetapi juga berisiko mengganggu stabilitas penegakan hukum yang sedang berada di jalur optimal.

BACA JUGA...  PT. BAS Bireuen Salurkan Bantuan Kepada Para Penyandang Disabilitas

Menurut Egi, kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit terbukti berhasil membawa Polri mencatatkan berbagai capaian positif, mulai dari pengawalan stabilitas keamanan nasional, transformasi institusional melalui konsep Polri Presisi yang diakui publik, hingga konsistensi dalam mendukung prioritas nasional.