BANDA ACEH | MA — Hiruk-pikuk Musyawarah Daerah (Musda) III Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh di Hotel Amel, Banda Aceh, Kamis (30/7/2026), telah berakhir. Setelah melalui perdebatan panjang dan upaya musyawarah mufakat yang tidak menemukan titik temu, forum akhirnya memilih mekanisme pemungutan suara. Hasilnya berlangsung dramatis. Muktarrudin Usman kembali dipercaya memimpin SPS Aceh setelah meraih 19 suara, unggul tipis atas pesaingnya yang memperoleh 18 suara.
Sehari berselang, Jumat (31/7/2026), suasana kompetisi tak lagi menjadi pembicaraan. Di ruang kerjanya, Ketua SPS Aceh terpilih itu justru mengajak seluruh perusahaan pers menatap tantangan yang jauh lebih besar daripada sekadar kontestasi organisasi.
“Musda sudah selesai. Tidak ada lagi kubu A atau kubu B. Yang ada sekarang adalah keluarga besar SPS Aceh. Amanah jangan direbut dan jangan dipaksakan. Kalau memang menjadi ketetapan Allah, insya Allah akan datang. Kalau bukan, tidak baik dipaksakan,” ujar CEO Grup MEDIA ACEH itu.
Muktarrudin mengaku tidak mempermasalahkan berbagai dinamika yang mewarnai Musda, termasuk berubahnya dukungan dari sejumlah anggota menjelang pemungutan suara.
Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal yang lumrah dalam organisasi. Namun setelah keputusan diambil secara demokratis, seluruh anggota harus kembali bersatu.




