Tagore AB: PETA Harus Tetap Menjadi Penjaga Persatuan dan Mitra Pembangunan Daerah

Usai terpilih, Helmie terima bendera PETA dari Tagore AB.

TAKENGON | MA —  Ketua Pembela Tanah Air (PETA) Provinsi Aceh, Ir. H. Tagore Abu Bakar (Tagore AB), secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) IV PETA Kabupaten Aceh Tengah di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Senin (29/6/2026).

Musda yang mengusung agenda utama pemilihan kepengurusan PETA Aceh Tengah periode 2026–2031 tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan peran PETA dalam mendukung pembangunan daerah, menjaga persatuan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA...  Pengusaha Muda Zefri Noci Vera Maju Sebagai Anggota DPRK Bener Meriah

Pembukaan Musda dihadiri Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan yang mewakili Bupati Aceh Tengah, Penasehat PETA Aceh Ir. Syukur Kobat, Panglima PETA Aceh Said, anggota DPRK Aceh Tengah H. Hasbullah dan Syukri, unsur Forkopimda yang diwakili Polres Aceh Tengah, Kodim 0106/Aceh Tengah, Kejaksaan Negeri Takengon, Badan Kesbangpol Aceh Tengah, KNPI, Karang Taruna, Komisaris Rumah Tani Aceh Tengah dan Bener Meriah, jajaran pengurus PETA, peserta Musda dari 14 kecamatan se-Aceh Tengah, serta para tamu undangan lainnya.

BACA JUGA...  Media Terdesak, Anggaran Iklan Beralih ke Baliho dan Videotron

Dalam sambutannya, Ketua PETA Provinsi Aceh Tagore AB menegaskan komitmen organisasi untuk tetap berlandaskan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia mengajak seluruh anggota PETA terus menjaga persatuan tanpa membedakan suku, ras, maupun latar belakang budaya, sekaligus menghormati kearifan lokal, khususnya budaya Gayo.