TAPAKTUAN | MA — Pernyataan Plt. Kadiskes Aceh Selatan (Asel) Yuhelmi, SH yang meminta tenaga kesehatan (nakes) untuk mundur dinilai sebagai sikap sombong pejabat dimaksud.
Bagaimana tidak, pernyataan Yuhelmi agar para nakes mengundurkan diri bukan sekedar “marah” tetapi memperlihatkan kesombongan dan keangkuhan.
Selain itu, pernyataan agar mundur, jika tidak mampu mengikuti mekanisme adalah cerminan seorang yang berjiwa kasar. Seharusnya, pejabat setingkat eselon-II mampu menunjukkan sikap yang lembut.
Begitu banyak sorotan atas pernyataan Yuhelmi, sampai-sampai diperbincangkan di kedai-kedai kopi dan instansi pemerintah.
Tidak kurang, sorotan tajam juga dari seorang tokoh muda Kluet Raya Rojiyan Norman sebagaimana dilansir media online di Tapaktuan, Kami, (26/3/2026).
“Sebaiknya Pak Plt. (maksudnya Yuhelmi-red) tidak harus mengeluarkan pernyataan seperti itu karena pihak yang lebih berwenang adalah Sekda atau bupati,” kata sumber yang mengutip percakapan sesama ASN di Setdakab Asel.
Sementara itu, bagi Rojiyan, pernyataan Plt. Kadiskes berpotensi melukai rasa keadilan para nakes yang selama ini tetap bekerja di tengah keterlambatan pembayaran insentif.
Pernyataan “silakan mundur” kepada nakes yang belum menerima hak, juga merupakan bentuk pengalihan dari persoalan utama yaitu ketidakmampuan membayarkan hak mereka.(Maslow Kluet).




