REDELONG | MA — Penurunan status aktivitas Gunung Api Bur Ni Telong dari Level III (Siaga) ke Level II (Waspada) membawa angin segar bagi warga Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Sebanyak 1.659 jiwa pengungsi yang sebelumnya ditampung di Asrama Unsyiah Banda Aceh resmi dipulangkan ke kampung halaman masing-masing, pada Ahad, (4/1).
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Timang Gajah, Andi Syahputra SE M.Si mengatakan kepulangan para pengungsi dilakukan setelah adanya keputusan resmi dari instansi berwenang terkait aktivitas Gunung Bur Ni Telong.
“Pemulangan dilakukan hari ini menyusul turunnya status gunung dari Siaga ke Waspada. Seluruh pengungsi kembali secara bertahap dan dalam kondisi aman,” ujar Andi saat diwawancarai melalui sambungan telepon.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah pengungsi yang kembali terdiri dari 1.659 jiwa atau 538 Kepala Keluarga (KK). Proses pemulangan berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan serta dukungan pemerintah daerah dan relawan kebencanaan.
Sebelumnya, warga Kecamatan Timang Gajah diungsikan sebagai langkah antisipasi menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Bur Ni Telong. Selama berada di lokasi pengungsian, kebutuhan dasar pengungsi seperti makanan layanan kesehatan dan tempat tinggal sementara dipenuhi oleh pemerintah bersama pihak terkait.





