ACEH UTARA | MA — Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada akhir tahun 2025 lalu meninggalkan duka mendalam bagi ribuan warga. Peristiwa alam tersebut memporak-porandakan permukiman, merusak fasilitas umum, serta memaksa banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan harus bertahan di tenda-tenda pengungsian hingga kini.
Hampir seluruh wilayah Aceh Utara terdampak musibah ini. Dari total 27 kecamatan dan 852 gampong (desa) yang ada, tercatat 25 kecamatan mengalami dampak banjir bandang, sementara hanya dua kecamatan yang tidak terdampak. Kondisi ini menunjukkan betapa luas dan seriusnya bencana yang melanda daerah tersebut.
Di tengah situasi sulit itu, Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM, yang akrab disapa Ayah Wa, terus menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat. Sejak awal bencana hingga masa pascapemulihan, Ayah Wa secara konsisten hadir di tengah-tengah warga terdampak untuk memastikan bantuan terus disalurkan.
“Alhamdulillah, pemerintah daerah selalu berupaya hadir dan mengantarkan bantuan bagi masyarakat kita yang tertimpa musibah banjir bandang,” ujar Ayah Wa saat ditemui di sela-sela penyaluran bantuan ke lokasi pengungsian, Ahad, (4/1).





