“Prestasi prajurit tidak selalu diukur dari perang yang dimenangkannya, tapi dari cara ia menyalakan semangat bangsanya. Di tubuh Letda Andri, kita melihat otot yang dikerjakan oleh cinta tanah air.”
[Kolonel Inf Ali Imran, Danrem 011/Lilawangsa]
KETIKA SEMANGAT prajurit menembus batas, dari latihan di barak hingga mengangkat kebanggaan Indonesia di pentas dunia.
Suasana Kota Lhokseumawe tampak begitu teduh siang itu. Di halaman Markas Korem 011/Lilawangsa, langkah tegap seorang prajurit muda menarik perhatian.
Tubuhnya berotot, matanya tajam namun teduh, menandakan sosok yang terbiasa dengan disiplin dan tekanan. Ia adalah Letnan Dua Infanteri Andri Yanto, prajurit TNI Angkatan Darat yang baru saja kembali dari Kuala Lumpur, Malaysia, membawa medali emas dari ajang WFF Universe 2025 [kejuaraan binaraga Asia dan fisik internasional yang diikuti atlet dari 37 negara].
Di barisan depan, Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, menyambutnya dengan pelukan hangat. Tak ada tepuk tangan yang berlebihan, hanya keheningan yang berisi rasa bangga.
“Kita bangga sekali, luar biasa. Ia bukan hanya membawa nama Korem, tapi juga nama Indonesia,” ucap Danrem, matanya berbinar seperti seorang ayah menyambut anak yang pulang dari medan juang.




