TAKENGON | MA — Berbagai cara dilakukan seseorang untuk meraih jabatan, termasuk di tingkat desa atau kampung. Dalam kontestasi pemilihan Reje (kepala kampung), tak jarang para calon menggunakan beragam taktik untuk menarik simpati warga, bahkan ada yang menempuh jalan tidak terpuji dengan praktik politik uang atau istilah kerennya money politik.
Namun hal itu tidak berlaku bagi Sejahtra, calon Reje Kampung Blang Kolak I, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, dengan nomor urut dua. Ia menegaskan maju sebagai calon bukan karena ambisi pribadi, melainkan panggilan hati untuk mengabdi kepada masyarakat.
“Bismillah, kalau memang ini adalah rezeki dan diridhai oleh Allah SWT sebagai jalan saya membantu warga, maka anugerah ini akan saya terima dengan ikhlas. Tapi bila tidak, biarlah Allah menunjukkan yang terbaik,” ujarnya saat berbincang dengan awak media di kediamannya di Kampung Belkosa, Takengon, Kamis, (9/10/2025).
Menurut Sejahtra, kemajuan sebuah kampung sangat bergantung pada kualitas pemimpinnya. Pemimpin yang baik adalah mereka yang taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, menjunjung tinggi aturan masyarakat, serta bersikap bijak dan adil. “Maju mundurnya suatu daerah tergantung kepada ulil amri-nya. Bila pemimpinnya beriman dan berilmu, insyaallah kampung akan makmur dan sejahtera,” jelasnya.




