Cegah Kemiskinan, Laskar Panglima Nanggroe Desak Gubernur Aceh Keluarkan Pergub

Ketua Laskar Panglima Nanggroe Sulaiman Manaf.

BANDA ACEH | MA Status Aceh sebagai salah satu provinsi termiskin di Sumatera masih menjadi ironi, meski setiap tahun daerah ini menerima kucuran dana otonomi khusus (Otsus) dan anggaran pembangunan yang besar.

Tingginya angka pengangguran, terutama di kalangan pemuda, kerap disebut sebagai salah satu penyebab utama. Fenomena anak muda yang lebih banyak menghabiskan waktu di warung kopi, bermain gawai, hingga terjerumus judi online, semakin memperburuk kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

BACA JUGA...  Bupati Bangga Petani Berhasil Panen Perdana Padi Organik

Menyikapi hal tersebut, Laskar Panglima Nanggroe mendesak Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem) untuk segera mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur kewajiban pemuda menganggur agar terlibat dalam sektor-sektor produktif. “Jangan biarkan pemuda Aceh larut dalam budaya malas dan membuang waktu. Kalau tidak diarahkan, kemiskinan akan terus menjadi warisan turun-temurun,” tegas pernyataan Laskar Panglima Nanggroe, Jum’at (19/9/2025).

BACA JUGA...  Teuku Indra: Reza Fahlevi Harapan Masyarakat untuk Membangun Sabang

Aceh sejatinya memiliki sejarah panjang kejayaan. Pada era Kesultanan Aceh Darussalam, negeri ini menjadi pusat perdagangan, pendidikan, dan peradaban di Asia Tenggara. Pemuda Aceh kala itu dikenal gagah, tangguh, serta berperan besar dalam membangun kekuatan maritim, pertanian, hingga perdagangan rempah yang membuat Aceh disegani dunia. Namun kini, kejayaan itu seakan tinggal cerita. Sumber daya alam yang melimpah tidak diimbangi dengan semangat produktif pemuda. Banyak lahan pertanian terbengkalai, sementara pemuda justru sibuk di warung kopi tanpa arah.