“Ini bukan sekadar keterlambatan teknis, ini adalah kegagalan fungsi negara dalam merancang arah pembangunan. RPJM Aceh yang seharusnya jadi kompas, justru menjadi arsip formalitas birokrasi,” tegas Amru kepada media. Rabu, 10 Juli 2025 lalu.
BANDA ACEH | mediaaceh.co.id – Kelesuan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2025 mendapat sorotan keras dari berbagai elemen masyarakat.
Kali ini, kritik tajam datang dari mantan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK), Amru Hidayat, ST.P, yang menyoroti kegagalan Tim Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh dan lumpuhnya fungsi strategis Bappeda Aceh sebagai motor utama perencanaan pembangunan daerah.
Hingga 30 Juni 2025, realisasi APBA tercatat baru mencapai 35 persen dari total pagu Rp11,07 triliun, tertinggal jauh dari target ideal.
Kondisi ini, menurut Amru, menunjukkan kegagalan sistemik dalam mekanisme perencanaan dan eksekusi anggaran yang seharusnya dikawal ketat oleh Bappeda dan Tim RPJM.
“Ini bukan sekadar keterlambatan teknis, ini adalah kegagalan fungsi negara dalam merancang arah pembangunan. RPJM Aceh yang seharusnya jadi kompas, justru menjadi arsip formalitas birokrasi,” tegas Amru kepada media. Rabu, 10 Juli 2025 lalu.




