Menggamat Semakin Hancur, Eksploitasi Tambang Menggila, Program BASAGA Terancam Gagal Total

Sabtu, 24 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Menggamat tampak kuning membuktikan hancurnya lingkungan di sana.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Sungai Menggamat tampak kuning membuktikan hancurnya lingkungan di sana.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

TAPAKTUAN |MA Aktivitas penambangan emas secara serampangan kian menggila sehingga kawasan Menggamat semakin hancur, baik akibat perilaku pengusaha tambang resmi maupun ilegal.

Kondisi kehancuran hutan dan sungai di kawasan pedalaman Aceh Selatan itu, sebagaimana dilaporkan, kemarin, semakin parah, sehingga dikhawatirkan Kluet Tengah akan dilanda bencana yang dahsyat di masa mendatang.

BACA JUGA...  Musrenbang RPJMD Asel 2025-2029, Program Harus Selaras dengan Aceh-Pusat 

“Kalau tidak dihentikan, bukan tidak mungkin Menggamat bakal dilanda bencana besar,” kata beberapa pihak di Tapaktuan, Sabtu, (24/5/2025).

Sebagaimana dilaporkan, aksi pengerusakan lingkungan Menggamat, terjadi dari berbagai sisi antara lain dari sektor hutan dan tambang. Akibatnya, hutan semakin gundul dan sungai menyusut dan berwarna kuning bercampur tanah.

Perlakuan tambang ilegal  oleh oknum masyarakat di wilayah pegunungan Gampong Simpang Tiga (Kluet Tengah – Paya Ateuk (Pasie Raja), juga  mengakibatkan kerusakan lingkungan yang parah di kawasan itu. Selain, dugaan atas maraknya penebangan hutan dan eksploitasi tambang baik resmi maupun ilegal.

BACA JUGA...  GAM Ingatkan Pemerintah, Jangan Khianati Mou Helsinki

Menurut saksi mata, air sungai Menggamat yang melintasi beberapa desa seperti Simpang Dua, Mersak, Pulo Air, Koto dan Malaka, kini dipenuhi lumpur.

“Airnya kumuh dan tidak layak digunakan untuk digunakan, akibatnya, sangat  dirasakan oleh para petani yang kehilangan sumber irigasi utama,” kata warga setempat.

Berita Terkait

Ayah Wa Imbau Warga Waspada Bencana
Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat
APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman
Kapolres Sabang Pimpin Pencarian WN Malaysia Hilang Menyelam

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:41 WIB

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Kamis, 17 September 2026 - 12:04 WIB

Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 

Rabu, 16 September 2026 - 19:33 WIB

Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Rabu, 16 September 2026 - 07:37 WIB

Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat

Berita Terbaru

Oplus_131072

RAGAM BERITA

Verdianto Iskandar Pimpin PB GABSI

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:58 WIB

NANGGROE

Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:53 WIB

RAGAM BERITA

WALHI: Selamatkan Bumi

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:44 WIB

Penyambutan Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa) pada acara HUT Kabupaten Pidie Ke-515 tahun.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa dan Rombongan Disambut di Acara HUT Pidie Ke-515

Minggu, 20 Sep 2026 - 13:13 WIB

Skuat Aceh Timur Di Gala Siswa Nasional (GSI) Tingkat Provinsi Aceh.

OLAHRAGA

Aceh Timur Tumbangkan Lhokseumawe di GSI Aceh 

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:49 WIB