Penyair Maroko Anissa Taouil Menulis Puisi dan Bernyanyi dalam Bahasa Indonesia

Kamis, 10 Agustus 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (MEDIAACEH)-Anissa Taouil, seorang Profesor dari Universitas Hassan II Casablanca, Maroko, merupakan seorang penyair yang menulis puisi dalam lima bahasa, yakni Bahasa Arab, Inggris, Perancis, Spanyol, dan Indonesia. Anissa, demikian ia akrab disapa, adalah orang Maroko pertama yang menulis puisinya langsung dalam Bahasa Indonesia. Dirinya menjelaskan bahwa ia telah menjalin kerajsama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Rabat dalam berbagai bidang, dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan KBRI Rabat.

“Saya menjalin kerjasama yang amat baik dengan KBRI Rabat dalam berbagai bidang, seperti berpartisipasi dalam setiap kegiatan kebudayaan dan pendidikan, memberikan seminar dan konferensi untuk staf KBRI serta mahasiswa Indonesia di Maroko,” urai Anissa kepada wartawan beberapa waktu lalu di Jakarta.

Selain menjadi narasumber pada konferensi bertema “Arsitektur Islam” bagi para staf KBRI Rabat, Anissa juga aktif memberikan pelatihan tehnik kreatif membuat puisi bagi mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Maroko.

Sejak bulan Maret hingga April lalu, Profesor Anissa mengunjungi Indonesia dengan jadwal kegiatan yang cukup padat. Di Jambi misalnya, ia memberikan kuliah umum mengenai “Kerjasama Bilateral Indonesia – Maroko” di Universitas Batanghari (UNBARI). Selain itu, dirinya juga sempat memberikan pelatihan bahasa Perancis dan Inggeris bagi para dosen dan mahasiswa, serta berpartisipasi dalam Konferensi Internasional tentang “Sumber Daya Manusia dan Pendidikan yang Berkelanjutan”. Di universitas ini, Anissa juga berperan aktif dalam pembuatan video dokumenter tentang UNBARI yang ditayangkan di Stasiun TVRI Jambi.

BACA JUGA...  Penguatan Lembaga Sosial penting untuk Entaskan Permasalahan Sosial

Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Baiturrahim Jambi, Profesor Anissa yang juga seorang seniman fotografi ini memberikan kuliah umum tentang “Komunikasi Antar Budaya” bagi para staf kesehatan. Selanjutnya, di Bangko ia menjadi pembicara kunci dalam seminar internasional tentang “Globalisasi dan Tantangan Pendidikan” di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) YPM Bangko.

Pada kesempatan wawancara TVRI Nasional di acara resepsi Hari Nasional Maroko di Hotel Oriental Mandarin Jakarta beberapa waktu lalu, Profesor Anissa yang semakin fasih berbahasa Indonesia itu mengatakan pentingnya kerjasama bilateral antara Indonesia dengan Maroko. “Sebagaimana dapat dilihat perkembangan dunia saat ini, hubungan kerjasama bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Maroko sangat penting,” ujar Anissa kepada reporter TVRI Nasional di sela-sela acara resepsi.

BACA JUGA...  Pengemban Amanah Waris Diraja Aceh, Minta Pemerintah Tetapkan Alam Peudeung Sebagai Bendera Aceh

Di tahun akademis 2017 ini, Professor yang juga merupakan artis penyanyi nasional di Maroko itu telah memiliki jadwal seminar dan konferensi di berbagai perguruan tinggi dan komunitas di Indonesia, yang akan dimulai awal September mendatang di Bali.

Dalam buku koleksi puisinya yang ketiga _“My Book of Many Colours”_ terbitan tahun 2017, puisinya dalam Bahasa Indonesia antara lain berjudul “Indonesia: Surga di Asia”, “Kata-kata Ajaib”, “Seorang Guru yang Biasa”, “Hari Ibu”, “Makanan Indonesia Lezat”, “Tanpa Kamu”, _“Paco de Lucia”_, dan “Gemuruh Laut”. Sedangkan dalam bukunya yang keempat nanti, ia juga menulis puisinya dalam Bahasa Indonesia.

BACA JUGA...  Atas Perintah Raja, Bantuan Kemanusiaan Maroko untuk Penduduk Gaza dan Al Quds Dikerahkan

Sebagai seorang seniman, Anissa telah menggubah puisinya “Negara Saya” _(Biladi_ dalam bahasa Arab) menjadi sebuah lagu yang dinyanyikannya sendiri bersama beberapa anak paduan suara. Saat ini, wanita cantik Maroko yang menyukai pakaian tradisional kebaya Indonesia itu telah selesai melakukan rekaman lagunya di Indonesia. Anissa berharap semoga lagu tersebut dapat diputar di berbagai stasiun radio dan televisi, sebagai hadiah persembahan bagi Peringatan HUT Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia masih akan berada di Indonesia untuk beberapa waktu mendatang dalam rangka membuat video klip atas lagunya itu yang di dalamnya ia ingin menunjukkan kekayaan, keaslian dan keunikan budaya Indonesia.

Anissa Taouil akan terus bekerja keras dan merasa bangga untuk terus mempromosikan Bahasa Indonesia di tingkat internasional, agar dapat dipelajari, dibaca, dan dipergunakan oleh berbagai kalangan di berbagai belahan dunia. Ia sangat yakin bahwa Indonesia adalah negeri yang amat dicintainya, sebuah negara dimana ia merasa nyaman tinggal bersama penduduknya. (r)

Berita Terkait

Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik
Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang
PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers
Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri
Ayah Wa: Pers Harus Tetap Dekat dengan Rakyat demi Demokrasi yang Kuat
Terima Pemred Award 2026, Nasir Djamil: Pers Harus Kembali Menjadi Suara Rakyat
Empat Pengurus Forum Pimred Provinsi Resmi Dilantik di Malam Anugerah Pena Emas 2026
Pimred Award 2026 Digelar Sabtu Malam, Sejumlah Tokoh Aceh Jadi Penerima
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:44 WIB

Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik

Sabtu, 5 September 2026 - 13:44 WIB

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Jumat, 4 September 2026 - 16:51 WIB

PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:19 WIB

Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri

Minggu, 19 Juli 2026 - 01:05 WIB

Ayah Wa: Pers Harus Tetap Dekat dengan Rakyat demi Demokrasi yang Kuat

Berita Terbaru

Penampakan seekor buaya sungai di tebing Krueng Kluet/Kandang yang sempat direkam warga, Minggu, (13/9/2026).(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Buaya Muncul, Warga Resah

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:43 WIB

Bupati Aceh Barat Tarmizi saat membesuk orang dalam gangguan jiwa di daerahnya.

PEMERINTAHAN

Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 

Minggu, 13 Sep 2026 - 16:10 WIB

Foto : Ilustrasi AI

PERISTIWA

Diving di Iboih, Wisatawan Malaysia Hilang Belum Ditemukan

Minggu, 13 Sep 2026 - 14:34 WIB

Jubir Pemkab Aceh Utara Tgk. Muntasir Ramli.

PEMERINTAHAN

Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 

Minggu, 13 Sep 2026 - 12:05 WIB