BANDA ACEH (MA) — Masa kampanye terbuka untuk Pilkada Aceh 2024 telah resmi berakhir hari ini. Besok, seluruh pihak akan memasuki masa tenang, di mana aktivitas kampanye dilarang, memberikan ruang bagi pemilih untuk merenungkan pilihannya sebelum hari pencoblosan. Meski demikian, dinamika politik di Aceh diprediksi akan tetap bergolak hingga detik terakhir.
Hal tersebut dikatakan oleh pengamat Aceh Dr. Usman Lamreung,M.Si pada media lewat siaran persnya pada media, Sabtu, (23/11/2024).
Dikatakannya, Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh nomor urut 02, Mualem – Dek Fadh, saat ini menjadi sorotan utama. Berdasarkan berbagai indikator, pasangan ini memiliki peluang besar untuk memenangkan kontestasi politik tahun ini.”Ada tiga faktor utama yang mendukung prediksi tersebut,” kata Usman Lamreung.
Pertama, soliditas tim pemenangan Mualem – Dek Fadh menjadi salah satu kekuatan utama. Tim ini berhasil mengonsolidasikan dukungan dari berbagai elemen, mulai dari partai politik nasional dan lokal, hingga tokoh-tokoh masyarakat dan kelompok-kelompok strategis lainnya. Konsolidasi yang kuat ini menjadi landasan kokoh bagi pasangan nomor 02 untuk memaksimalkan basis dukungan.
Kedua, terjadi fenomena peralihan dukungan yang signifikan dari pasangan calon nomor 01, Bustami Hamzah – Fadhil Fahmi, ke pasangan Mualem – Dek Fadh. Fenomena ini terlihat di berbagai wilayah Aceh, menunjukkan adanya kelemahan soliditas dalam kubu pasangan nomor 01.





