“Pelanggaran HAM adalah dosa negara yang belum ditebus. Kapan negara bertaubat?” menjadi refleksi akhir dari diskusi tersebut, meninggalkan jejak tanya yang masih menggantung di benak semua peserta.
BANDA ACEH | mediaaceh.co.id – Aliansi Bunga Darussalam menggelar diskusi terbuka yang dihadiri mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK). Mereka membahas isu terkait pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di tingkat lokal, regional, hingga nasional.
Dengan tema yang menggugah, ‘Kapan Negara Bertaubat?’, diskusi ini mengajak peserta untuk mengingat kembali, dan menolak lupa, peristiwa kelam yang kerap disebut sebagai September Hitam.

Diskusi itu digelar di taman ACC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Rabu, 18 September 2024 lalu. “September Hitam selalu menjadi tagline memorial,” ucap salah satu penggagas acara, menekankan urgensi mengingat sejarah.
Diskusi itu juga menggali secara kritis, peran negara dalam penyelesaian pelanggaran HAM, terutama yang terjadi di masa lalu. Namun belum tuntas hingga kini.
Setelah melalui rangkaian diskusi yang intens, beberapa poin penting berhasil dirumuskan oleh para peserta di antaranya; 1). [Menyerukan Pengawalan Kasus HAM]. Para peserta, yang didominasi oleh mahasiswa dan akademisi, menyerukan agar masyarakat Indonesia, khususnya kaum terpelajar, terus mengawal proses penyelesaian kasus pelanggaran HAM, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional.




