BANDA ACEH (MA) – Dalam acara program Serambi Spotlight, Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, menyampaikan bahwa provinsi ini membutuhkan pemimpin yang hebat dalam membangun.
Menurutnya, bukan pemimpin yang mengedepankan kepentingan diri dan kelompoknya saja yang diperlukan.
Pernyataan ini terdengar luar biasa dan sangat ideal. Namun, patut dipertanyakan apakah selama empat bulan masa jabatannya sebagai Pj. Gubernur, Bustami Hamzah sudah merealisasikan prinsip tersebut?. Apakah kebijakannya sudah sejalan dengan apa yang ia sampaikan?, kata pengamat politik Usman Lamreung lewat siaran persnya, Jum’at, (19/7).
Lanjutnya, sebagai pelaku, ASN, dan Pj. Gubernur, apakah Bustami telah menunjukkan kualitas kepemimpinan yang diharapkannya dari orang lain?. Orang pertama yang harus memiliki kualitas profesional itu adalah dirinya sendiri, dan hal itu harus ditunjukkan oleh Bustami agar dapat diikuti oleh seluruh jajaran birokrasi pemerintah Aceh.
Kenyataannya, pernyataan tersebut membuat Bustami terkesan seperti pengamat yang bicara dari luar arena. Mengenai kepentingan, memang wajib ada kepentingan. Namun, kepentingan tersebut haruslah kepentingan seluruh rakyat Aceh, bukan hanya kelompok atau lingkarannya sendiri. Ini yang harus ditekankan oleh Bustami Hamzah, ujar Usman Lamreung yang merupakan dosen Universitas Abulyatama (Unaya).




