“Dengan pernyataan normatifnya, Bustami tampak ingin cepat terlihat sebagai negarawan atau bapak bangsa,” ungkapnya.
Padahal, kata Usman, ia masih aktif sebagai pelaku dan pengurus sistem. Selama masih ada Pj. Gubernur Aceh dan kekuasaan di tangannya, ia harus membuktikan kepada rakyat Aceh bahwa apa yang dijalankan saat ini benar-benar untuk kepentingan Aceh, bukan kepentingan kelompok atau lingkarannya.
“Beliau hari ini sebagai ASN dan juga sebagai Pj. Gubernur Aceh yang kabarnya berminat menjadi calon gubernur, apakah pernyataannya tentang profesionalisme tersebut merupakan kampanye terselubung untuk mempromosikan dirinya sebagai orang yang profesional?. Jika iya, apakah sudah ia tunjukkan selama ini ketika menjadi ASN dan kini sebagai Pj. Gubernur Aceh?. Pertanyaan-pertanyaan ini masih harus dijawab oleh Bustami Hamzah,” kata Usman Lamreung. (R).




