Lagi Aceh Tertipu Di Kawasan Eks PT Arun

Rabu, 15 Maret 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh l AP-Aceh kembali gagal saat berurusan dengan Jakarta. Begitulah kesimpulan sementara atas pengelolaan sumber daya alamnya.

Padahal kberadaan tambang migas di Aceh Utara, Aceh yang dikelola oleh PT.  Arun LNG selama puluhan tahun yang menghasilkan miliar dollar pertahun tidak pernah membawa perubahan kesejahteraan masyarakat setempat.

Kemudian pasca migas habis, Pemerintah Pusat membentuk Kawasan Ekonomi Khusus Arun, Lhokseumawe (KEKAL), setelah rapat terbatas antara Presiden Joko Widodo dengan perwakilan Pemerintah Aceh,  7 Agustus 2015.

BACA JUGA...  Sukses Kejuaraan Mancing Raya Aceh Jaya 2023, Pj Bupati Apresiasi 

“Pemerintah Aceh, Pemerintah Aceh Utara dan Pemerintah Kota Lhokseumawe ingin menjadi pemegang kendali dalam kawasan ekonomi itu,  bukan hanya dalam kapasitas sebagal Dewan Kawasan atau Administrator melainkan dalam Badan Usaha Pengelola KEK Aran Lhokseumawe,” kata Tim Percepatan Pembangunan KEKAL,  Muhammad Abdullah dalam acara jumpa pers di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Rabu, 15 Maret 2017.

BACA JUGA...  Dewan Minta Dinas PU Aceh Besar Tanggap Terhadap Kebutuhan Masyarakat

Untuk itu, Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe dapat meminta porsi saham minimal 51% tanpa perlu melakukan penyertaan modal atas Badan Usaha Pengelola KEK Arun Lhokseumawe.

“Dalam rangka merespon keluarnya PP Nomor 5 Tahun 2017 Tentang KEK Arun, guna memperkuat posisl Pemerintah Aceh dalam Pengelolaan KEK Arun itu,  kita meminta Pemerintah Pusat untuk memperhatikan kepentingan Aceh yang lebih besar, ” ujarnya.

BACA JUGA...  Muspika Langkahan Bersama Masyarakat Basmi Hama Padi

Sambung adik Gubernur Aceh,  Zaini Abdullah ini, posisi Aceh di kawasan itu sedikitpun tak dihargai, padahal kawasan tersebut berbeda dengan Kawasan Ekonomi Khusus lainnya.

“KEK Arun fasilitasnya sudah ada,  tanah dan pelabuhan sudah lengkap,  jadi untuk apa Aceh harus menyertakan modal lagi hingga 25%?. Kita berharap jangan terulang lagi kisah tambang Arun yang sangat merugikan Aceh, ” pungkasnya. (Arifin)

Berita Terkait

Eks GAM Denmark: Pemerintah Harus Tuntaskan Butir MoU Helsinki 
Tarmizi Ajak Pemuda Jauhi Narkoba dan Judi Online 
Muhammad Saleh: Pak Presiden Prabowo Evaluasi Pejabat di Aceh 
Pertama Kali Ayat Suci Al-Qur’an Berkumandang di Upacara HUT ke-81 RI Aceh Selatan
Ayah Wa Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Utara
Pemkab Aceh Barat Bantu Proses Pemulangan Korban Scam Kamboja
Koperasi Merah Putih Disorot, Panitia Beri Klarifikasi Soal Jadwal dan Honor
Ribuan Warga Terpukau dengan Penampilan Pelajar di Jalan Raya 
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Eks GAM Denmark: Pemerintah Harus Tuntaskan Butir MoU Helsinki 

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Tarmizi Ajak Pemuda Jauhi Narkoba dan Judi Online 

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:17 WIB

Muhammad Saleh: Pak Presiden Prabowo Evaluasi Pejabat di Aceh 

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:02 WIB

Pertama Kali Ayat Suci Al-Qur’an Berkumandang di Upacara HUT ke-81 RI Aceh Selatan

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Ayah Wa Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Utara

Berita Terbaru

Eks GAM Denmark Tarmizi Age.

PEMERINTAHAN

Eks GAM Denmark: Pemerintah Harus Tuntaskan Butir MoU Helsinki 

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:03 WIB

NEWS FEATURE

Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya

Selasa, 18 Agu 2026 - 00:31 WIB

PEMERINTAHAN

Tarmizi Ajak Pemuda Jauhi Narkoba dan Judi Online 

Senin, 17 Agu 2026 - 18:02 WIB

OPINI

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 17 Agu 2026 - 17:55 WIB

RAGAM BERITA

HUT ke-81 RI, SPS dan Pikiran Rakyat Gelar UKW di Aceh

Senin, 17 Agu 2026 - 17:50 WIB