‘Oportunis’ Syahwat Sekda Aceh Tamiang
| Editorial
PEMERINTAH Kabupaten Aceh Tamiang saat ini sedang disentakkan oleh isu pergantian Sekretaris Daerah (Sekda), diusung oleh kelompok-kelompok tertentu yang menginginkan keuntungan sepihak.
‘Mereka’ [kelompok tertentu dari luar Aceh Tamiang] sedang menyusun strategi politik untuk menggolkan syahwat [Calon Sekda] mereka, lolos dari kekuasaan Penjabat (Pj) Bupati Aceh Tamiang.
Mereka sedang melakukan lobi-lobi politik kepada Institusi, Lembaga, Elemen Masyarakat yang berpengaruh, pada trik pihak-pihak yang dapat mencekokin atau mempengaruhi pemikiran Pj mengikuti kemauannya.
Jika ini yang dimainkan dan terjadi, pasti ada kohesinya yang bersinggungan langsung dengan kearifan lokal. Dan menjadi preseden bagi kekuasaan Pj yang sedang membangun Aceh Tamiang.
Ide mereka, akan mudah tercium dengan kelompok ‘gerakan bawah tanah’ ‘arusnya’ akan mengarah ke tepi dan terdampar, serta meledak dari bom waktu yang digulirkan.
Pertanyaannya, siapa ‘Mereka?’ hanya punggawa grass roots yang peduli keberlangsungan dan cinta Aceh Tamiang, tahu siapa mereka. Gerakan itu ditiup dari Provinsi Aceh, mengalir ke Provinsi Sumatera Utara.
Digodok hingga masak, lalu disajikan kepada masyarakat Aceh Tamiang, tak perduli lauk tersebut, asin, tawar, pedas atau manis. Terpenting syahwat kepentingan mereka terwujud lolos dari pemikiran Pj Bupati.




