BIREUEN (MA) – Ketua Komisi IV DPR Aceh Zulfadhli, A.Md melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Wilayah Bireuen. “Kita mengunjungi beberapa wilayah di Bireuen yang menjadi prioritas pembangunan di tahun anggaran 2023 ini,”kata Zulfadhli pada media, Kamis sore, (9/2/23).
Salah satunya, sebut abang Fadli Samalanga sapaan akrabnya itu adalah DI Gampong Hagu, Kecamatan Peudada, Bireuen, pasca banjir beberapa waktu yang lalu, kata Ketua komisi IV DPR Aceh itu, jaringan irigasi di wilayah tersebut lumpuh total, “kita langsung turun dan melihat langsung kondisi saat ini,” ujarnya.
“Kita tinjau lokasi DI tersebut dan ini salah satu tujuan utama dalam rangka menyahuti aspirasi masyarakat, insyaallah kita usahakan tahun ini bisa terealisasi,” ujarnya.
Bendungan DI Hagu Peudada, saat ini sebagai fasilitas publik yang harus diprioritaskan oleh pemerintah, terangnya.
Sejatinya Pintu Air yang sudah rusak total diterjang Banjir Badang, akibat intensitas curah hujan meningkat dengan menguyur puluhan kecamatan di Kabupaten Bireuen beberapa waktu lalu, hingga kini kondisinya sudah dapat difungsikan kembali, walaupun dalam sistem tanggap darurat dan masih kecil air dapat dialiri ke sawah masyarakat, sebut Abang Fadhli anggota DPR Aceh fraksi PA dapil Bireuen ini.
Kedatangannya ke Bendungan Hagu ini untuk melihat langsung kondisi terkini Pintu Air, dan kunjungan ini juga secara mendadak, karena informasi yang disampaikan sejumlah pihak, pasca banjir bandang beberapa hari lalu mengakibatkan DAS atau Muara air sudah berpindah mencapai 200 meter kearah barat, hingga berdampak terhadap pengikisan tebing sungai dan DAS Krueng Peudada di sekitarnya.
Saat ini diperkirakan lebih kurang seluas 1.0041 Ha Sawah di Kecamatan Peudada bagian barat sudah dalam kondisi kering. Sehingga benih padi yang telah disiapkan oleh petani, terancam gagal panen dan tidak bisa ditanami lagi karena DI Hagu sudah dihantam Banjir, ungkap Sekdes Afrizal, SE.
Sedangkan, lanjutnya, disejumlah areal persawahan, terlihat sebagian besar petani mulai menggunakan mesin pompa air, bahkan diantaranya ada yang menggali sumur untuk menampung sumber air untuk dapat dialiri ke sawahnya masing-masing, katanya.
Lanjut Zulfadhli, pihaknya berharap kepada petani di Peudada, agar dapat bersabar untuk sementara waktu, karena proses perencanaan sedang dilakukan oleh Dinas terkait Pemerintah Aceh, hingga tidak menjadi persoalan hukum dikemudian hari terhadap para pihak pengambil kebijakan.
“Kunjungan ini jangan disalah artikan oleh masyarakat luas, karena kerja politik menjelang Pemilu 2024, namun sebagai bentuk kepedulian nyata semua pihak dalam menyahuti Aspirasi persoalan masyarakat, terangnya.
Sebelumnya, Anggaran Pokok Pikiran Dewan (Pokir) usulan DPR Aceh. sekitar Rp 10-20 Milyar sudah dianggarkan tahun anggaran 2022 untuk pemasangan Jeti Tebing Krueng di bagian Utara Peudada, namun kondisi Pintu Air yang membutuhkan penanganan Emergency, “Ya, kita relokasikan ke bahagian selatan,” sebutnya.
Kunker Ketua Komisi IV DPR Aceh (DPRA) Fraksi Partai Aceh (PA) ke Pintu Air Hagu turut didampingi, Kadis Pengairan Aceh, Perkim Aceh, PUPR Aceh, Kepala Dinas PUPR Bireuen, serta Kasi PMG dan Staf Kantor Camat, Imum Mukim serta lapisan tokoh masyarakat Kecamatan Peudada. (Iqbal).




