BIREUEN, (MA) – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen Yufaidir, SE, Rabu,(16/11/2022) meminta Penjabat (Pj) Bupati Bireuen, Dr. Aulia Sofyan, Ph.D prioritaskan peningkatan jalan penghubung 6 desa di Kecamatan Jeumpa.
Dikatakan Yufaidir, jalan yang menghubungkan 6 desa tersebut, saat ini sudah selayaknya dilakukan peningkatan pembangunan, mengingat kondisinya badan jalan saat ini telah rusak parah, bergelombang dan berlumpur saat musim hujan tiba,sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan akses utama bagi kelancaran mengantar anaknya ke sekolah dan kebun serta ke sawah bagi masyarakat pendalaman kecamatan Jeumpa.
Jalan lintas itu, menurut Yufaidir merupakan urat nadi transportasi bagi masyarakat tani yang membawa turun hasil panennya ke kota Bireuen,” saat ini sudah sangat memprihatinkan bila kita lihat di lapangan yang berpotensi jatuh korban bagi masyarakat pengguna jalan,” ujarnya.
“Selama ini, jalan induk itu sudah sangat sulit dilalui oleh masyarakat, apalagi pada musim intensitas curah hujan meningkat drastis, seperti saat ini kita rasakan. Hal ini menjadi kendala besar bagi para pelintas dan pengguna jalan yang mayoritasnya sebagai pelajar dan petani pendalaman kecamatan Jeumpa,” tutur politisi muda DPW Partai Aceh ini.
Lanjutnya,” bukan saat ini saja saya bersuara terhadap aspirasi masyarakat setempat,jauh sebelumnya beberapa kali sudah menyampaikan perihal pembangunan jalan tersebut. Supaya jalan penghubung itu segera diperbaiki dan di aspal Hotmixs, apalagi itu adalah kawasan masyarakat Dapil saya,” beber alumni Universitas Al Muslim Peusangan ini.
Sebutnya, jalan umum itu menghubungkan beberapa Gampong diantaranya, Abeuk Tingkeum, Blang Mee, Blang Seupeng, Blang Gandai, Cot Meugo dan Cot Iboeh.
“Jalan penghubung tersebut sudah beberapa kali diusulkan untuk diperbaiki, baik dalam pandangan umum fraksi di DPRK terhadap APBK Bireuen, maupun pada pendapat akhir lintasan fraksi dengan Tim TAPD Pemkab Bireuen,” ungkapnya.
Dirinya berharap pada tahun Anggaran 2023, jalan penghubung itu segera di perbaiki, karena jalan ini adalah jalan utama yang selalu dilalui oleh masyarakat untuk mengangkut hasil bumi dan akses kegiatan sosial kemasyarakatan Jeumpa.
Hasil pantauan pihak media ini di lapangan, jalan sepanjang 2 KM lebih tersebut, rusak parah dan berlumpur serta bergelombang saat masyarakat melintas. Sehingga sangat sulit dan susah dilalui bagi roda dua dan roda empat, bahkan masyarakat diberbagai Gampong yang menggunakan jalur akses utama ini, dan di sejumlah titik terlihat seperti kubangan kerbau, warga sudah lama mengeluh kondisi jalan tersebut, tapi pihak Pemkab Bireuen terkait entah tidak peka, apa tutup mata atau sama sekali tidak mau menyahutinya tanpa memasang kuping atas nasib penderitaan masyarakat umum di Aceh Jeumpa. (Iqbal).




