Teuku Kemal Fasya Jadi Narasumber Multistakeholder Pemilu 2024

Rabu, 31 Agustus 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Teuku Kemal Fasya Narasumber Multistakeholder Pemilu 2024 di Subulussalam.

Teuku Kemal Fasya Narasumber Multistakeholder Pemilu 2024 di Subulussalam.

LHOKSEUMAWE, MEDIAACEH.CO.ID Dosen FISIP Universitas Malikussaleh, Teuku Kemal Fasya, Mhum, menjadi narasumber Sosialisasi Pengawasan pemilu multistakeholder di Kota Subulussalam, Selasa (30/8/2022).

Kegiatan itu dilaksanakan di Kantor Panwaslih Kota Subulussalam dan dihadiri oleh organisasi pemerintah daerah Kota Subulussalam.

Kegiatan turut dihadiri Wakil Walikota Subulussalam, Drs Salmaza, MAP. Dalam sambutannya, Walikota Subulussalam, Salmaza, menyampaikan bahwa menyambut Pemilu dan Pilkada serentak 2024, Kota Subulussalam harus mempersiapkan perencanaan yang baik.

“Kita tidak mau perencanaan Pemilu serentak yang kurang 1,5 tahun ini tidak berjalan dengan baik di Subulussalam. Saya minta Panwaslih dan KIP Subulussalam untuk progresif dalam mempersiapkan tahapan pemilu dengan baik, termasuk Pilkada yang akan dilaksanakan pada akhir 2024,” Katanya.

BACA JUGA...  KIP Aceh Tengah Klarifikasi Terkait Honorarium PPS Belum Bayar

Sementara itu komisioner Panwaslih Aceh, Cut Marini, MA yang membuka kegiatan secara resmi menyebutkan kegiatan ini bagian untuk memperkuat literasi Pemilu pada stakeholder pemerintah, agar pelaksanaan Pemilu dan Pilkada di Subulussalam minim kesalahan dan pelanggaran.

Marini sendiri adalah Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar lembaga Panwaslih Aceh.

Adapun yang menjadi pembicara dalam pelaksanaan, Teuku Kemal Fasya, menyatakan bahwa pelaksanaan Pemilu 2024 akan menjadi pertaruhan penting bagi pemerintah, karena akan menyongsong apakah Indonesia akan menjadi negara demokratis yang bisa bergerak maju dalam melakukan konsolidasi demokrasi, atau mengalami regresi.

BACA JUGA...  H Husaini Kukuhkan MAA Wilayah Barat dan Timur Kabupaten Bireuen

“Pertaruhannya besar, apalagi dunia akan melihat siapa yang menjadi suksesor Pak Jokowi ke depan dengan tanggung jawab konsolidasi demokrasi dan pembangunan Indonesia yang selaras dengan cita-cita G20,” ungkapnya.

Pada pertemuan itu Kemal menjelaskan tentang hal yang selama ini bisa menjadi masalah jika masyarakat kurang mendapatkan sosialisasi, yaitu tentang pelanggaran pidana Pemilu.

Menurutnya di dalam UU No 7 tahun 2017 ada 66 pasal yang berbicara tentang tindak pidana Pemilu, yang jika tidak disosialisikan dengan baik akan banyak masyarakat yang terperangkap di dalam pelanggaran Pemilu.

BACA JUGA...  Kata Penjabat Bupati Meurah, Lapas Kelas IIB Kualasimpang Over Kapasitas

“Itu belum dihitung dengan pelanggaran lainnya seperti administratif dan etik, yang tidak semua peserta pemilu menyadarinya,” tambahnya lebih lanjut.

Kegiatan di Panwaslih Subulussalam ikut dihadiri dari beragam stakeholder pemerintah, termasuk camat dan juga KIP Subulussalam. Para komisioner Panwaslih Subulussalam, yaitu Muhammad Sahrianto Lembeng (ketua), Tepat Silalahi dan Sumardi Pasaribu (anggota) ikut berkomitmen untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan Pemilu di Subulussalam terutama pada aspek pencegahan pelanggaran dan penindakan.

“Kita ingin Subulussalam menjadi contoh baik pelaksanaan Pemilu di Aceh, sehingga negeri Sada Kata ini bisa meningkat tatakelola pemerintahannya dan demokrasinya,” tutupnya. (Mulyadi)

Berita Terkait

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 
Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan
Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan
Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026
800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 
Dihadapan Plt Sekda Aceh, Mahasiswi USK  Sampaikan Kritik dan Masukan
Penegerian Poltas Didukung Tomas, Bupati Mirwan: Ini Prioritas Utama

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:50 WIB

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Jumat, 11 September 2026 - 23:39 WIB

Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan

Jumat, 11 September 2026 - 19:54 WIB

Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan

Jumat, 11 September 2026 - 19:40 WIB

Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026

Jumat, 11 September 2026 - 08:05 WIB

800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 

Berita Terbaru

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB