Dari Dana Desa, Kelompok Ini Mampu Sejahterakan Anggotannya

Yenni Marlilis saat memperlihatkan kue basah yang diproduksikan kelompok Pade Berkah

Abdya (MA) Alokasi Dana Desa untuk memperkuat pembangunan desa merupakan usaha serius pemerintah dalam membangun perekonomian masyarakat Indonesia yang masih timpang. Dana Desa itu, dialokasikan berdasarkan jumlah penduduk, luas wilayah, angka kemiskinan dan tingkat kesulitan geografisnya.

Memanfaatkan Dana desa itulah, Pemerintah Gampong Alue Pade, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, menggunakan Dana Desa itu untuk membiayai peenyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam pemberdayaan masyarakat, Pemerintah Gampong Alue Pade memberikan modal usaha sekaligus pelatihan kepada sejumlah kelompok perempuan. Salah satunya, kelompok Pade Berkah yang bergerak dibidang pembuatan kue basah dan keteringan nasi kotak.

BACA JUGA...  Penipuan Lewat WhatsApp Catut Nama Plt Sekda Alhudri, Masyarakat Diimbau Hati-Hati

“Alhamdulilah, dengan adanya bantuan awal dari Pemerintah Gampong ini, usaha kita semakin berkembang dan mampu menghidupi seluruh anggotanya,” sebut Ketua Pembina PKK Gampong Alue Pade, Elidawati didampingi Ketua Kelompok Yenni Marlilis. Selasa, 24 Desember 2019.

Elidawati yang juga merupakan pendamping kelompok tersebut mengakui, sejak tahun 2018 lalu, dengan bermodalkan anggaran Dana Desa, saat ini omset dari usaha tersebut sudah mencapai jutaan rupiah setiap bulannya. “Anggota rata-rata bergaji Rp 700.000,- perbulannya,” katanya.

Untuk saat ini, lanjutnya, pemasaran kue-kue basah yang dihasilkan kelompok tersebut sudah mencapai hampir keseluruh kabupaten Abdya dengan cara menitipkan pada kios-kios mitra. “Kita ada kerjasama dengan kios-kios, Alhamdulilah sudah hampir di seluruh Abdya,” papar Elidawati.

BACA JUGA...  Pemko Cimahi Kaji Pengelolaan Jaringan Telekomunikasi di Banda Aceh

Sementara itu, Keuchik Gampong Alue Pade Mohammad Rasyid, kepada awak media membernarkan, pihaknya mengalokasikan 20 persen dana desa untuk pemberdayaan masyarkat melalui kemandirian ekonomi perempuan.

“Sumber dana desa 20 persen sebesar Rp 135.175.400, kita berikan kepada kelompok usaha perempuan, salah satunya kelompok Pade Berkah ini,” kata Rasyid.

Diterangkannya, kelompok usaha pembuatan kue basah Pade Berkah itu medapatkan bantuan sebesar Rp 22.800.000,- pada tahun 2018. “Selain itu kita juga memberikan bantuan untuk kelompok usaha kue kering, kelompok usaha kelapa gonggseng, pengadaan ayam kup, pembuatan galon air mineral dan pembuatan bank sampah,” jelas Mohammad Rasyid.

BACA JUGA...  Fitriana Mugie Terima Tuntutan Ratusan Nakes Non ASN di DPRK Aceh Tengah 

Terkait dengan keuntungan, Mohammad Rasyid mengakui, keuntungan dari usaha tersebut dimanfaatkan langsung oleh kelompok masing-masing, hanya saja alat-alat dipinjam pakaikan. “Jika sewaktu-waktu mereka tidak mampu lagi mengelola, maka sejumlah bahan tersebut akan kita tarik dan kita gantikan dengan orang lain,” tegasnya.

Ia berharap, penerima modal usaha untuk serius dan fokos dalam mejalankan usaha yang telah digagas. “Bantuan dana desa adalah stimulan, jika di kembangkan dengan baik dan fokus di bidang wirausaha, pasti akan memberi pemasukan yang menjanjikan,” tutur Mohammad Rasyid.(TM).