Abdya (MA) Irigasi Alue Bak Ara, Krueng Panto Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh kembali jebol lagi. Akibatnya, ratusan hektare (ha) sawah di Gampong Krueng Pantoe dan Blang Makmur, Kecamatan setempat untuk masa tanam 2020 dikuatirkan terancam tidak dapat melakukan penanaman.
Dari informasi yang didapatkan mediaaceh.co.id irigasi yang dibangun tahun 2014 itu pernah rusak parah dihantam banjir pada 4 Oktober 2018 dan sudah beberapa kali ditanggulangi secara darurat oleh pemerintah setempat.
Hujan lebat yang mengguyur kawasan Kuala Batee dan Abdya pada khususnya sejak sepekan terakhir memang mengakibatkan sejumlah aliran sungai termasuk Krueng Pantoe meluap.
Luapan banjir di Krueng Panto menerjang tanggul darurat irigasi tersebut sampai jebol. “Tanggul darurat yang sudah beberapa kali diperbaiki itu jebol lagi, malah makin parah,” sebut Hamdani warga setempat. Jum’at, 6 Desember 2019.
Akibat dari jebolnya tanggul darurat, irigasi tersebut kembali tidak berfungsi yang menimbulkan kekuatiran para petani di Gampong Krueng Pantoe dan Blang Makmur yang sawahnya saat ini sedang dalam masa pengisian bulir padi.
Selain itu warga juga mengkuatirkan sawah-sawah mereka tidak dapat digarap pada musim tanam 2020 mendatang. “Kalau ini tidak segera ditangani secara serius, mungkin kami tidak dapat mengarap lahan kami pada mus tanam mendatang,” cetus Hamdani.
Senada dengan sejumlah para petani, Camat Kuala Batee, Khairuman mengakui, irigasi Lhung Bak Ara Desa Krueng Panto, Kecamatan Kuala Batee hancur lagi pasca banjir beberapa hari lalu.
“Tahun ini harus ditagani secara permanen, kalau tidak kita kuatirkan penanaman tahun akan datang terancam,” tegas Khairuman.
Namun, lanjut Khairuman, untuk MT 2020 mendatang, dirinya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terkait irigasi tersebut.
“Ini sangat kita kuatirkan, dua Gampong ini akan gagal tanam bila kita membiarkan terus seperti ini,” sebut Khairuman.
Lebih lanjut, Khairuman mengisyaratkan, kalau memang irigasi tersebut sudah tidak dapat difungsikan dan sejumlah lahan persawahan di dua Gampong tersebut akan diarahkan pake penanamla wija. “Kalau kanmarahkan penanaman pala wija,” tuntasnya.(TM).




