Bijeh Sinar Abdya Pulau Kayu Juara Festival Rapai Geleng

Ofisial dan Pelatih serta personil rapaa-i geleng Bijeh Sinar Abdya diabadikan bersama Kepala Dinas dan Kabag Pora Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdya.

Abdya (MA) Dalam upaya membumikan kebudayaan daerah yang lahir di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat menggelar Festival Rapai Geleng tahun 2019 yang dibuka langsung wakil bupati, Muslizar MT.

Festival yang diikuti 18 grup Rapai Geleng se-Abdya itu berlangsung di halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pendopo Baru, Gampong Lhung Tarok, Blangpidie. Senin, 11 November 2019.

Pantauan awak media ini, seusai pertunjukan, para juri yang terdiri dari seniman dan Dewan Kesenian Aceh (DKA) langsung mengumumkan pemenang setelah melakukan sidang dewan juri.

BACA JUGA...  2 Unit Rumah Warga Terbakar Di Bireuen

Dalam petusan yang dibacakan Nazar Shah itu, sanggar seni Rapai Geleng Bijeh Sinar Abdya (BSA) dari Gampong Pulau Kayu, Kecamatan Susoh keluar sebagai juara pertama disusul sanggar Putra Mahkota Kecamatan Tangan-Tangan dan sanggar Sinar Muda Kecamatan Manggeng sebagai juara dua dan tiga.

Selain itu, vokalis Apache 13 yang juga ketua DKA Abdya itu juga membacakan pemenang harapan satu, dua dan tiga yang jatuh kepada sanggar Muda Taruna Kecamatan Babahrot, sanggar Laskar Rimungkila Kecamatan Blangpidie dan sanggar Raja Muda Kecamatan Manggeng.

BACA JUGA...  Respon Angkasa Pura II Terhadap Himbauan Bupati Aceh Besar, Belum Jelas

Kepala Disdikbud Abdya, Jauhari, SPd mengatakan, perlombaan Rapai Geleng digagas dengan tujuan untuk melestarikan kebudayaan daerah, terlebih tarian Rapai Geleng merupakan hasil karya putra terbaik Abdya.

“Perlombaan ini akan rutin dibuat, tentu untuk menjaring bibit-bibit terbaik dengan pesan-pesan moral dan syiar agama,” sebut Jauhari.

Sementara, Wabup Abdya, Muslizar MT saat membuka kegiatan itu mengatakan, ajang perlombaan itu tidak hanya akan melahirkan sanggar tari Rapai Geleng terbaik saja, akan tetapi sebagai upaya melestarikan budaya daerah.

BACA JUGA...  Siapa Terlibat Pengelembungan Suara di Kecamaatan Nurussalam?

“Kegiatan ini patut diapresiasi dan Rapai Geleng saat ini keberadaannya semakin berkembang, sehingga perlu dilestarikan agar bisa diwariskan kepada generasi penerus nanti,” tegas Wabup Muslizar.

Pada kesempatam itu, Wabup Abdya juga meminta kepada peserta supaya lebih semangat dan menjunjung tinggi sportivitas dalam perlombaan. “Seni adalah untuk menghibur dan bukan sebaliknya menjadi ribut karena seni,” tuntas Wabup Muslizar.(TM).