Bila Danau Aneuk Laot Sabang Kering Dari Mana Sumber Air Minum Lagi

Senin, 15 Oktober 2018

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sabang (ADC) – Kondisi Danau air tawar Aneuk Laot Sabang semakin memprihatinkan, jika terus dibiarkan dan kering dari mana sumber air minum masyarakat di masa yang akan datang, begitu lah pertanyaan sejumlah warga Kota Sabang yang disampaikan kepada media, Senin 15 Oktober 2018.

Dikabarkan, sebelumnya danau satu-satunya yang menjadi sumber air kebutuhan masyarakat Sabang itu, sempat terjadi penyusutan hingga lebih 100 meter dari bibir danau, sehingga masyarakat mulaimkjawatir terhadap kejadian itu.

Menurut Panglima Danau Aneuk Laot Sabang Tgk Sulaiman Daud, yang menjadi masalah saat ini adalah kedalaman danau tersebut sudah dangkal. “kalau dulu kedalaman mencapai ±75 meter kalau sekarang setelah dilakukan survey kedalaman airnya hanya ±17 sampai ±29 meter saja,”katanya Senin (15/10/18) di Sabang.

BACA JUGA...  Ketum LPN Berduka Atas Meninggalnya Abu Razak

Ditambahkan, hampir setiap tahun, apalagi setelah musibah Tsunami perubahan cuaca sangat mempengaruhi debit air di Danau Aneuk Laot. Penyusutan bisa sampai 15 meter sampai 30 meter dari bibir danau bahkan disebelah Timur Danau penyusutan hingga lebih 100 meter.

Pihaknya sudah beberapa kali memberikan isyarat kepada Pemerintah Kota (Pemko) Sabang terutama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), terutama pada saat Fenomena banyak ikan yang mati didalam danau.

BACA JUGA...  Polres Gayo Lues Gelar Apel Gabungan Gelar Pasukan Ops Zebra Rencong 2017

“Pada saat itu kita mengharapkan pihak Pemko Sabang dalam hal ini dinas terkait yang datang untuk melihat, akan tetapi malah Tim survey dari Palembang yang melakukan pengecekan di Danau Aneuk Laot. Sedangkan pihak terkait setempat terkesan tidak perduli, atas mengusutnya air danau,”sebutnya.

Dangkalnya dasar Danau lanjut Tgk Sulaiman Daud, sudah dibuktikan sewaktu pihak Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), membersihkan tanaman enceng gondok disekitar danau, disitu didapati banyak sekali lumpur yang bercampur dengan sampah plastik.

Terkait dengan masalah diatas, pihak Panglima Danau sedikit keberatan dengan PDAM Tirta Aneuk Kota Sabang yang mengambil air langsung dari sumbernya. Karena, berdampak langsung mengusutnya air danau., terangnya.

BACA JUGA...  Ketum PPWI Pusat Datangi Markas Komando Grup I Kopassus, Ada Apa?

Dijelaskannya, ada batas dari sejak masa penjajahan Belanda sebadan danau dengan batu yang sengaja dibuat dari semen, itu untuk menandai debit air yang berkurang dan pada saat itu air yang diambil untuk dikonsumsi tidak di pusat danau akan tetapi air pecahan yang terletak disebelah tanjakan Bron jalan Aneuk Laot.

Pemerintah Daerah dapat membantu dalam menangani masalah di Danau Aneuk Laot karena danau tersebut merupakan salah satu sumber air bersih yag dikonsumsi oleh masyarakat Sabang., jelasnya.(Jalal)

Berita Terkait

Muhammad Adam Pimpin IKA UIN Sultanah Nahrasiyah
Sulap Lokasi Septic Tank Jadi Taman Air Mancur, Inovasi SD Negeri 6 Tanah Jambo Aye
Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 
Diiringi Pedang Pora, Taufiq Tinggalkan Gayo
Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas
Polri dan Pimred Perkuat Perlindungan Wartawan
Anwar Tgk Rabo Pimpin PSI Aceh
Coffee Morning Kapolres Sabang, Media Diajak Perkuat Sinergitas

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:35 WIB

Muhammad Adam Pimpin IKA UIN Sultanah Nahrasiyah

Selasa, 15 September 2026 - 22:02 WIB

Sulap Lokasi Septic Tank Jadi Taman Air Mancur, Inovasi SD Negeri 6 Tanah Jambo Aye

Selasa, 15 September 2026 - 13:10 WIB

Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 

Senin, 14 September 2026 - 17:05 WIB

Diiringi Pedang Pora, Taufiq Tinggalkan Gayo

Sabtu, 12 September 2026 - 19:42 WIB

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Berita Terbaru

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB

Di lokasi yang sebelumnya terdapat Buaya Muara (Crocodylus porosus) berjemur  kini  tidak tampak lagi, namun warga masih resah.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

KESEHATAN

Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:56 WIB

NANGGROE

Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:41 WIB

Saat masyarakat di Tanah Jambo Aye CKG yang dilaksanakan oleh Pihak Puskesmas Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

KESEHATAN

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:16 WIB

PEMERINTAHAN

DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:10 WIB