Aminullah Nyatakan Minat Investasi Budidaya Ikan Rambeu

Senin, 8 Oktober 2018

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (ADC).  Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman memanen Ikan Kuwe hasil budidaya dengan teknik keramba jaring apung di kuala Ulee Lheue, Sabtu (6 Oktober 2018) sore.
Teknik budidaya ikan yang sering disebut ikan Rambeu oleh masyarakat Aceh ini,  dikembangkan oleh nelayan setempat bersama tim dari Unsyiah. Tak kurang dari 7.000 ekor ikan Rambeu berbagai ukuran siap dipanen dari keramba berkonstruksi kayu tersebut.
Untuk mencapai lokasi keramba yang berada tak jauh dari jembatan Ulee Lheue, Wali Kota Aminullah dan rombongan harus menaiki boat nelayan dari dermaga kecil di bibir kuala.
Dibawah guyuran hujan dan arus kuala yang cukup deras, tak menyurutkan semangat dan rasa penasaran sang Wali Kota.
Setibanya di atas keramba, dengan menggunakan alat pancing tradisional, Aminullah menjajal tarikan ikan predator yang cukup disegani oleh para pemancing. Dan strike! Pertama Seekor Rambeu berukuran sedang berhasil didaratkan.
Panen ikan hasil budidaya keramba jaring apung sore itu pun ditutup dengan makan bersama dengan masyarakat nelayan Ulee Lheue yang hadir. Menu utamanya tentu saja ikan Rambeu bakar plus sambal kecap.
Turut hadir di sana, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Banda Aceh Zulkifli Syahbuddin, Kabag Humas Taufiq Alamsyah, Camat Meuraxa Ardiansyah, Tim Fakultas MIPA Unsyiah, dan sejumlah awak media.
Aminullah: Prospeknya Sangat Menjanjikan.
Dengan modal awal Rp 50 juta, dalam waktu tiga bulan, petani nelayan Ulee Lheue dapat meraup untung sekira Rp 20 juta. “Jadi budidaya ikan dengan teknik keramba jaring apung ini prospeknya sangat menjanjikan,” kata Aminullah.
“Terus terang ini di luar ekspektasi saya. Hasilnya melimpah, tekniknya mudah, dan juga aman. Ini potensi kelautan Banda Aceh yang harus kita kembangkan,” kata wali kota yang menyatakan secara pribadi juga tertarik untuk berinvestasi.
“Ke depan akan kita upayakan anggaran khusus untuk menjadikan ini sebagai pilot project Pemko Banda Aceh. Kita harus beri contoh agar masyarakat nelayan bisa mengembangkan teknik budidaya ikan ini, tanpa harus ke tengah laut,” katanya lagi.
Di tempat yang sama, ketua kelompok nelayan Firdus Basyah mengharapkan agar budidaya ikan Kuwe ini dapat diperluas di banyak tempat, bukan hanya di Ulee Lheue. “Dengan teknik sederhana, untungnya berlipat ganda.”
“Dengan modal investasi Rp 50 juta, kami dapat meraup Rp 20 juta keuntungan dalam tiga bulan saja. Untuk itu, kami sangat berharap dukungan dari Pemko Banda Aceh untuk mengembangkan keramba jaring apung ini secara swakelola oleh masyarakat dan juga di-support tim dari Unsyiah,” kata pria yang juga berprofesi sebagai dosen di FMIPA Unsyiah ini. (Ahmad Fadil/Rel)

BACA JUGA...  Perkuat Prokes Kota Manado, BNPB Lepas Gerakan Mobil Masker Untuk Masyarakat

Berita Terkait

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi
PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta
Apel Kebangsaan di Bener Meriah; Merawat Persatuan dari Tanoh Gayo
Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut
Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN
Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan
Korem 011 Semarakkan HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:47 WIB

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:09 WIB

PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:37 WIB

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Apel Kebangsaan di Bener Meriah; Merawat Persatuan dari Tanoh Gayo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Berita Terbaru

KESEHATAN

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:47 WIB

PEMERINTAHAN

Musriadi: Masa Muda Adalah Waktu Menanam Masa Depan

Senin, 31 Agu 2026 - 22:07 WIB

RAGAM BERITA

Warga Aceh Timur Meriahkan JASERA 2026 Bersama Medco E&P Malaka

Senin, 31 Agu 2026 - 20:59 WIB

NANGGROE

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh

Minggu, 30 Agu 2026 - 23:00 WIB

Saat anggota TNI memadamkan api hutan terbakar.

MILITER

TNI Padamkan Api 

Minggu, 30 Agu 2026 - 22:44 WIB