Shozo Sato Titip Embankan Tanggungjawab Kepada Atlet Kempo Abes

Kamis, 4 Oktober 2018

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Jantho (ADC) Sensei (pelatih-red) Kempo asal Jepang, Shozo Sato berharap event Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII 2018 yang akan digelar di Kota Jantho 18-25 November mendatang mampu melahirkan atlet berprestasi.

“Sebuah kejuaraan olahraga tentu harus mampu lahir atlet yang berprestasi, dan saya pribadi sangat terkesan dengan perkembangan olahraga di Aceh, khususnya kempo,” kata Shozo Sato, saat berkunjung di Sekretariat PP PORA XIII, Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu, 3 Oktober 3018.

Kunjungan Sensie Shozo Sato ke Sekretariat PORA XIII bersama Muhammad Djumhana Sidik Majelis Pertimbangan Kensi /guru PB Perkimi dan Sekretaris Umum Pengprov Perkemi Aceh disambut Sekretaris Umum PP PORA XIII, T Dahsya K Putra.

Dalam pertemuan penuh keakraban itu, Sensei Shozo Sato mengatakan selama beberapa hari di Aceh, dirinya sangat berkesan dengan olahraga di Aceh menurutnya PORA harus bisa menjadi ajang untuk meraih prestasi bagi atlet-atletvAceh khususnya di cabang olahraga kempo. “Dengan adanya event olahraga di Propinsi Aceh, ini merupakan salah satu langkah bagi atlet Aceh untuk meraih prestasi di tingkat nasional bahkan ke mancanegara,” katanya.

BACA JUGA...  Prediksi Cardiff vs Kortrijk, Club Friendlies 13 Juli 2024

Shazo Sato yang merupakan salah satu pelatih yang di kirim Pusat Kempo Jepang pada tahun 1968-1970 untuk melatih Indonesia di cabang olahraga beladiri kempo, dimana selanjutnya di kembangkan oleh pengurus kempo di Indonesia.

Menurutnya, olahraga beladiri ini kalau di Jepang namanya taikai, kalau di Indonesia namanya kempo. Dalam kunjungan beberapa hari ke Aceh, pelatih gaek asal Jepang juga ikut melihat latihan para atlet kompo Aceh.

BACA JUGA...  Prediksi Albirex Niigata vs Giravanz Kitakyushu , J2-League Cup 12 Juni 2024

“Atlet kempo Aceh sangat bagus teknik beladirinya dan ini perlu dipertahankan,” kata Shozo.

Hal senada juga di sampaikan Ketua Majelis pertimbangan kensi PB Perkemi, Muhammad Djunhana Sidik, dimana olahraga kempo di Aceh ini sudah sangat bagus, namun masih ada yang kurang di bandingkan dengan Jakarta, NTT, Bali. “Aceh harus banyak belajar dari tempat lain supaya lebih bagus lagi kedepan,” ujar Djunhana.

Sementara terkait pekan olahraga Aceh (PORA) XIII yang akan digelar pada 18-25 November 2018 mendatang, kata Muhammad Djumhana Sidik, PORA ini di tingkat propinsi merupakan salah satu event untuk menyeleksi para atlet untuk mengikut Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Walaupun nanti dari sini mereka harus kirim Pra PON, baru nanti baru bisa mengikuti PON atau tidak,” tambahnya.

BACA JUGA...  Prediksi Consadole Sapporo vs Tokyo, J-League 6 Mei 2024

Pada kesempatan itu, dirinya juga menyarankan untuk wasit yang akan memimpin pertandingan nanti, panitia penyelenggara PORA harus menggunakan wasit yang mempunyai sertifikat, supaya lebih diterima di semua daerah khusus kempo.

Kalau diwasiti oleh orang sini juga nanti banyak masalah, taulah diolahraga apapun juga sama, kalau wasit dari Aceh sendiri jadi masalah nantinya, karena sebetulnya wasit banyak yang belum mempunyai sertifikat, karena di kempo itu, wasit harus punya sertifikat baru wasit itu bisa memimpin satu pertandingan.

“Kami khawatirkan, jika PP PORA menggunakan wasit-wasit yang belum lisensi untuk memimpin pertandingan takutnya akan bermasalah, disebabkan salah satunya tidak memiliki sertifikat,. Maka itu harus menjadi pertimbangan panitia,” demikian Muhammad Djumhana Sidik. (Dahlan/rel)

Berita Terkait

Dihadapan Plt Sekda Aceh, Mahasiswi USK  Sampaikan Kritik dan Masukan
Penegerian Poltas Didukung Tomas, Bupati Mirwan: Ini Prioritas Utama
Mitra MBG: Wacana Kantin Sekolah Harus Sejalan dengan Standar Gizi dan Keamanan Pangan
Pelatihan Jurnalistik di Aceh Selatan Bekali Pelajar Hadapi Persaingan Era Digital
Tak Boleh Ada Pemain Profesional di Liga Santri 2026
Musriadi: Pendidikan Aceh Tak Boleh Kehilangan Jati Diri
Hardikda 2026, Aceh Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan
Dewan Kota Kasih Hadiah, Kelulusan UKW-PR Capai 82 Persen 

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 07:40 WIB

Dihadapan Plt Sekda Aceh, Mahasiswi USK  Sampaikan Kritik dan Masukan

Kamis, 10 September 2026 - 21:50 WIB

Penegerian Poltas Didukung Tomas, Bupati Mirwan: Ini Prioritas Utama

Kamis, 10 September 2026 - 21:20 WIB

Mitra MBG: Wacana Kantin Sekolah Harus Sejalan dengan Standar Gizi dan Keamanan Pangan

Rabu, 9 September 2026 - 19:31 WIB

Pelatihan Jurnalistik di Aceh Selatan Bekali Pelajar Hadapi Persaingan Era Digital

Selasa, 8 September 2026 - 18:08 WIB

Tak Boleh Ada Pemain Profesional di Liga Santri 2026

Berita Terbaru

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB