‘Wonderland’, Gagasan Besar Kinerja Lemah ‘Syahwat’

example banner

 122 total views,  1 views today

‘Wonderland’, Gagasan Besar Kinerja Lemah ‘Syahwat’

banner 325x300

BANDA ACEH (MA) – Wonderland (Negeri Ajaib), merupakan gagasan besar Pemerintah Aceh memajukan dan menggenjot destinasi (Kunjungan) wisata ke Provinsi Aceh, bak pepatah mengatakan ‘Gagasan besar, Kinerja lemah syahwat’.

Program dan idenya sangat monumental, sayangnya, perangkat dan kinerjanya tidak didukung dengan nilai-nilai militan profesional dan proporsional, hingga program Wonderland seolah stag dan bergeming.

Begitu penegasan Civitas Akademisi Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh, Usman Lamreung pada mediaaceh.co.id. Minggu, 31 Oktober 2021 di Banda Aceh.

Kata Usman; langkah bupati Aceh Besar untuk menjadikan program wisata menjadi program strategis Aceh Besar patut didukung, namun kita harus lihat juga seserius apa kebijakan yang dicanangkan oleh pak Bupati dengan Wonderland-nya.

“Sebesar apa keseriusannya, karena seharusnya antara kebijakan dan realisasi program dilapangan harus lebih fokus dan serius, jangan pengembangan spot wisata karena kepentingan sempit dan tidak jangka panjang,” Tegas aktifis sosial dan pemerhati pemerintahan ini lagi.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar didapuk untuk mempromosikan dan meningkatkan Destinasi wisata melalui program Wonderland Buket Meusara, RT IV Jantho, namun Usman melihat ada keraguan pada tahapan keberhasilannya.

Kenapa?. Sumber Daya Manusia (SDM) dan kelembagaan pengelolanya menjadi kunci dan acuan utama membangkitkan promosi wisata di Aceh Besar. “Program yang dicanangkan hendaknya tidak menjadi lifeservices memacu syahwat kepentingan,” katanya.

Apalagi Bupati Aceh Besar melalui video dan pemberitaan di media cetak terbitan lokal. [Wonderland adalah sebutan bupati potensi wisata Aceh Besar, dan bupati mempromosi lokasi wisata baru yang diprakarsai olehnya, jadi banyak program yang diarahkan untuk lokasi ini, terakhir bupati langsung melakukan pod-cast yang dipandu oleh seorang wartawan senior Harian lokal pada 26 Oktober 2021]

Menurut Usman, langkah yang ditempuh oleh bupati sudah tepat, namun bagusnya lagi jangan hanya fokus ke Buket Meusara saja, karena banyak juga lokasi lainnya, seperti Krueng Jalin Jantho, Pulo Aceh, Ujong Batee, Ie Seuum dan lainnya.

Jelas tokoh akademisi ini, [anggarannya diarahkan untuk penguatan kapasitas SDM dan kelembagaan pengelolaannya, juga alokasikan untuk rehab semua fasilitas di spot wisata yang sudah berkembang tersebut].

“Perbaiki tata kelola lokasi-lokasi tersebut, perbaiki WC-nya, akses serta tertibkan pintu masuk dan parkirnya, serta harga makanannya agar pengunjung nyaman,” Terangnya.

Selanjutnya, promosi bupati kemarin itu, semestinya dapat dilakukan dilokasi seperti taman binatang Cut Fit”

“Apalagi bicara mengundang investor, lokasi Cut Fit menjadi contoh lokasi wisata yang dikembangkan oleh investor, diinvestasikan sendiri oleh beliau, pemkab Aceh Besar harus mendukungnya”

Menurut Usman; bagusnya lokasi Pod-Cast pak bupati dilokasinya Cut Fit, bukan dilokasi yang baru saja beliau buka, jadi kelihatan road map pengembangan wisata Aceh Besar yang membuka peluang bagi para investor, “jelas Usman Lamreung sambil sedikit tersenyum santai.

Lalu lokasi Buket Meusara tersebut jangan hanya fokus saat pak bupati masih menjabat, begitu tidak lagi, maka lokasi tersebutpun terbengkalai sebagaimana yang sudah digagas oleh almarhum pak Bukhari. [Syawaluddin].

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...