Wisata Mangrove Alue Naga: Destinasi Ekowisata Baru Aceh Tamiang yang Menawan dan Edukatif

Kamis, 13 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

—

Edukasi Ekologi untuk Semua Kalangan

Selain sebagai tempat rekreasi, Alue Naga juga dirancang sebagai pusat edukasi ekologi pesisir. Hutan mangrove memiliki peranan penting dalam menjaga kestabilan lingkungan pantai: menahan abrasi, menjadi tempat berkembang biak berbagai biota laut, serta membantu menyerap emisi karbon.

Potensi edukasi lingkungan inilah yang ingin diperkuat pemerintah daerah. Wisatawan, pelajar, mahasiswa, hingga komunitas pecinta alam dapat mempelajari:

BACA JUGA...  Klarifikasi Soal Isu “Miring” Aceh Vespa Festival

jenis-jenis mangrove dan manfaatnya,

hubungan mangrove dengan ekosistem laut,

fauna yang hidup di ekosistem hutan bakau,

pentingnya konservasi dan penanaman kembali (rehabilitasi mangrove).

Ke depan, direncanakan program wisata edukasi termasuk penanaman mangrove oleh pengunjung, tur berpemandu, serta kerjasama dengan sekolah dan universitas untuk kegiatan penelitian.

—

Wisata Perahu Menyusuri Sungai Alue Naga

BACA JUGA...  Sektor Pariwisata Diam di Tempat, Perekonomian Aceh Tergantung APBA

Daya tarik lain yang semakin populer adalah wisata perahu. Pengunjung dapat menyusuri sungai kecil yang mengalir di tengah hutan mangrove. Suasana perjalanan sangat tenang, dipenuhi suara alam dan sesekali terlihat satwa liar seperti burung bangau, burung udang bira, dan berbagai spesies burung pesisir lainnya.

Wisata perahu ini dikelola oleh masyarakat lokal, sehingga setiap kunjungan turut membantu meningkatkan pendapatan warga. Pemerintah daerah terus memberikan pelatihan kepada kelompok pengelola agar wisata berjalan aman, nyaman, dan ramah lingkungan.

BACA JUGA...  Ibu Rumah Tangga Pun Kerja Keras Sukses Sail Sabang

Berita Terkait

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Teuku Iskandar Nahkodai ORARI Bener Meriah

Minggu, 1 Nov 2026 - 17:51 WIB

Saat DS diamankan di Mapolsek Tanah Jambo Aye oleh aparat kepolisian.

HUKOM

Motor Kurir SPX Dicuri, DS Diamankan Polisi

Minggu, 1 Nov 2026 - 17:38 WIB

OLAHRAGA

Fachrurrazi Ditetapkan Sebagai Ketua KSMI Kota Langsa 

Minggu, 1 Nov 2026 - 11:26 WIB