TAPAKTUAN | MA — Warga Jambo Apha Tapaktuan beramai-ramai mendatangi kantor ULP-PLN Tapaktuan yang berada di tengah-tengah perkampungan mereka, dua malam, lalu.
Kedatangan warga pendemo yang terdiri dari berbagai kalangan itu, bermaksud mempertanyakan tentang pelayanan dan pendistribusian arus PLN yang dinilai diskriminatif.
“Kenapa manejemen memperlakukan seperti ini, sedangkan ULP-PLN berada di kampung kami, itu tidak adil PLN pilih kasih,” kata para pendemo.
Menurut warga, aksi demo itu dipicu oleh kebijakan ULP-PLN Tapaktuan yang memberlakukan distribusi arus secara bergiliran mulai dari Kecamatan Sawang, Samadua dan Tapaktuan, tetapi tidak adil
“Giliran yang diberitahukan secara imbauan itu membuat warga Gampong Jambo Apha kecewa karena pihak PLN tidak berlaku adil, maka kami pertanyakan ke manejemen ULP-PLN,” kata warga.
Menurut rincian, pada tanggal 14 Desember 2025, Pukul 11.00 – 14.00 Wib pihak PLN memberitahukan waktu nyala lampu di sebagian Gampong Air Berudang, Desa Lhok Keutapang, sebagian Desa Gampong Hilir.
Pada pukul 19.30 – 23.30 Wib, waktu nyala, Desa Jambo Apha, sebagian Desa Gampong Hulu, sebagian Desa Gampong Hilir.
Sementara itu, pada Tanggal 15 Desember 2025, pada pukul 00.00 -04.00 Wib, waktu nyala, sebagian Desa Gampong Hulu, sebagian Desa Gampong Padang, Desa Pasar dan Tepi Air
Setelah dicermati warga, jadwal bergilir itu, membuktikan adanya diskriminasi, di mana ada desa yang mendapatkan jaringan. Jatah arus lampu listrik berulang-ulang, sementara Desa Jambo Apha hanya sekali.
”PLN itu dalam Gampong Jambo Apha, tetapi kenapa justru dianak-tirikan, ada apa ini,” tanya warga.





