Pembangunan sumur bor diawali dengan survei hidrogeologi oleh Dinas ESDM Aceh untuk menentukan lokasi dengan potensi air tanah terbaik. Sumur dibor hingga kedalaman sekitar 120 meter dan dilengkapi pompa, sistem filtrasi, menara toren, serta jaringan perpipaan sehingga mampu melayani ribuan warga.
Mewakili Kepala Dinas ESDM Aceh, Zacky Damanhuri, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana di masa depan. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai memiliki peran yang sama penting dalam membangun ketahanan daerah.
“Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kehadiran fasilitas air bersih ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang. Kami mengapresiasi komitmen Solusi Bangun Indonesia dan SPSA yang terus hadir mendukung berbagai program kemanusiaan di Aceh,” tutup Zacky. (R)




