Di samping itu, urai Sayuti, saat ini dirinya sedang mencari calon pejabat selain beritegritas dan berkualitas, juga pejabat yang paham terhadap teknologi digitalisasi.
Soalnya, tambah Sayuti Abubakar yang selama ini sebagai praktisi hukum itu, digitalisasi pelayanan publik menjadi sangat penting dilingkungan Pemko Lhokseumawe.
“Walaupun ada sebagian OPD di Pemko Lhokseumawe ada sebagian telah menjalankan proses digitalisasi, namun belum terintegrasi secara menyeluruh, untuk itu ke depan seluruh OPD, proses digitalisasi harus terintegrasi, baik dalam sistem penganggaran, pengawasan anggaran sampai kegiatan berupa program harus melalui proses digitalisasi, sehingga tercapai transparansi yang bisa dipertanggung jawab kan dengan publik,” jelasnya
Sementara itu terkait masalah Baitul Mal Kota Lhokseumawe. Walikota Lhokseumawe menekankan zakat tidak hanya melulu dikutip di kalangan PNS di Pemko Lhokseumawe
“Komisioner Baitul Mal Lhokseumawe, harus bisa jemput bola, tidak hanya sebatas mengambil zakat dilingkungan pegawai dilingkungan Pemko saja, tapi bagaimana caranya masyarakat kata Lhokseumawe dapat salurkan zakat lewat Baitul Mal,” jelasnya. [Sugito Tassan].





