Wabub Muchsin berpesan, seiring peningkatan curah hujan, tentunya kondisi ini juga menuntut masyarakat dan banyak pihak untuk bisa beradaptasi dengan perubahan tersebut agar bisa mengurangi risiko dan dampak bencana.
“Apalagi di daerah seperti Takengon ini, yang banyak pegunungan atau perbukitan bisa saja terjadi banjir genangan atau malah banjir bandang. Dampak yang ditimbulkan juga tentu merugikan masyarakat baik harta benda bahkan jiwa serta menimbulkan gangguan kesehatan,” tambahnya.
“Karenanya masyarakat perlu diedukasi tentang pola hujan yang mulai mengalami perubahan. Karena perubahan ini tidak hanya dirasakan masyarakat tertentu tetapi juga semua masyarakat, Semisal dibidang pertanian dapat menimbulkan kerusakan padi sehingga tidak jadi panen, petani kopi yang akan turun hasil produksinya atau petani tembakau jika hujan ekstrem terjadi,” ungkapnya.
Selaku Pemerintah daerah pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor dan bencana lainya, mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil.
Selain penanganan darurat, langkah strategis jangka panjang juga menjadi prioritas agar kejadian seperti ini bisa diminimalisir di masa mendatang.
Wabup Muchsin juga sempat berdialog dengan Camat, Reje dan aparatur Kampung setempat serta warga masyarakat, sembari memberikan arahan agar masyarakat turut berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan di sekitar. (AR)




