Vice President GoTo dan Ketua ICCI: Adu Keyakinan Ekonomi Berdikari

Minggu, 3 Juli 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, MEDIAACEH.co.id – Banyak perbedaan konsepsi Ekonomi yang diyakini antara model bisnis Start Up dan Koperasi. Model penafsiran dan pengejawantahannya pun juga berbeda. Model bisnis Start Up meyakini bahwa solusi yang inovatif sekaligus dapat dimonetisasi dalam menghadapi permasalahan menjadi tujuan akhir dari Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri). Sedangkan model bisnis Koperasi meyakini kekuatan manpower dan pelibatan ide bersama membuat Demokrasi Ekonomi lebih bisa diwujudkan dalam pembagian dan pemerataan.

Hal tersebut terungkap dalam diskusi yang seru antara Vice President Gojek Tokopedia (GoTo) Rangga Fadillah dan Ketua Komite Eksekutif Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI) Firdaus Putra saat menjadi narasumber talkshow Bung Karno Series di kanal Youtube BKN PDI Perjuangan bertema Ekonomi Berdikari: Start Up atau Koperasi?. Acara tersebut berlangsung seru dan diwarnai debat yang dipandu Host M. Ibnu Beno Novit Neang dan Fara Marisda.

BACA JUGA...  BPKS Latih UKM di Sabang Soal Capacity Building

“Mewakili generasi milenial, tanpa Bung Karno, kita tidak akan hadir sebagai bangsa yang independen, ekonomi berdikari sangat relevan dengan dunia start up,” ujar Rangga, dalam keterangannya yang dikutip media ini, Minggu (03/07/2022).

Menurut Rangga, di Start Up GoTo didirikan oleh orang Indonesia. Awalnya transportasi kemudian melebar besar. Teknologinya juga dibuat oleh anak bangsa, yang kami berdayakan juga orang-orang Indonesia. Gojek, kata dia, sekarang punya 2,5 juta mitra dan memberikan penghidupan mata pencarian. Tokopedia punya 12 juta mitra, itu 98 persen nya adalah pedagang kecil dan mikro, mereka ini yang merasakan manfaatnya.

Bagi Firdaus, Koperasi yang menjadi simbol dan pelaksanaan demokrasi ekonomi memiliki esensi anti eksploitasi manusia atas manusia. Hali ini dicanangkan karena rakyat sudah pernah mengalami penjajahan yang luar biasa. “Ingat fase pertama adalah imperialisme company, itu VOC tadi, itu perusahaan. Jangan sampai didikte ketergantungan,” jelasnya

BACA JUGA...  Mualem-Dek Fadh Resmi Pimpin Aceh, Harapan Besar untuk Kemajuan Ekonomi dan Pendidikan

“Bung Karno paham betul kita punya sumber daya alam yang luar biasa, Indonesia masa depan akan mengarah ke industrialisasi dan ini sedang terjadi sekarang,” imbuhnya.

Basis investasi start up itu, kata Firdaus, merupakan investasi asing. GoTo memang mitranya banyak. Namun, masih kata Firdaus, di dalam demokrasi ekonomi itu kuncinya kepemilikan.

“Nah ini nilai lebihnya ke mana, labanya ke mana. Ini menjadi challenging, bolehlah dia beroperasi di Indonesia tapi kemudian mengalirlah keuntungan itu ke sana. GoTo baru saja IPO dengan nilai lebih dari Rp. 400 Triliun. Tentu saja ini menjadi tantangan ekonomi berdikari,” katanya.

BACA JUGA...  Tingkat Kemiskinan di Pidie Jaya Menurun pada 2024, Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Positif

“Ekonomi dalam hidup kita itu tidak statis harus mengikuti zaman. Yang kita tonjolkan adalah inovasi. Bentuknya apa pun, entah koperasi, PT dan sebagainya. Intinya yang tidak terbatas pada konsepsi masa lalu. Intinya solusi dalam menghadapi masalah. Ketika itu bisa dimonetisasi dalam bentuk bisnis maka di situlah berdikari,” ujar Rangga menanggapi Firdaus.

Firdaus lantas mengutip UUD 1945 dengan menyebut Pasal 33. “Di badan hukum Indonesia yang bergerak di ekonomi, model mana volumenya yang lebih besar? Bung Hatta menyatakan Deklarasi Ekonomi tahun 1963. Volume memang harus bisa semua badan berputar besar namun jika berbicara porsi, maka urutannya adalah BUMN , Koperasi, Swasta ini Bung Hatta yang bilang,” tegasnya. (R)

Berita Terkait

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis
Pangdam IM Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa
Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah
Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 
Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO
Bank Aceh Tumbuh Positif, DPK Capai Rp27,58 Triliun
Firmandez dan Humam Hamid Bangun Saudagar Aceh di Gayo
Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:08 WIB

Pangdam IM Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Medco E&P dan BPMA Edukasi 33 Wartawan Aceh Timur

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:30 WIB

Bupati Asel HMW (pakai rompi)  didampingi Sekdakab Diva Samudra Putra dan Dandim 0107/Asel Letkol (Inf) Andrino Lubis menjelaskan tentang penanganan banjir di Trumon, Jumat, (30/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:24 WIB