“Selain itu pada hari “mak meugang” ini, kegiatan ekonomi meningkat, khusus para pedagang daging khusus kerbau, sapi, ayam dan ikan. Namun demikian, harga daging di Aceh Selatan tergolong mahal yaitu berkisar Rp 200 – 220 ribu rupiah per kilonya,” kata Hasbaini.
Menurut Hasbaini, mahalnya harga daging, karen disebabkan oleh konsumsi daging pada hari “mak meugang” cukup tinggi, di tengah ketersediaan daging yang sangat terbatas.
Dia berharap, untuk tahun-tahun mendatang, ketersediaan daging dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh umumnya dan masyarakat Aceh Selatan khususnya di tengah lestarinya budaya Aceh yang ratusan tahun sudah mentradisi.(Maslow Kluet)



