“Satu korban bersama sepeda motor masih berada di atas, sementara dua lainnya ditemukan di dasar jurang dengan kondisi sadar dan segera dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Kota Sabang,” jelas Adrian.
Evakuasi melibatkan 6 personel Pos SAR Sabang dibantu unsur Polres Sabang, Koramil, BPBD, dan masyarakat sekitar. Operasi SAR ditutup pukul 17.05 WIB setelah seluruh korban berhasil ditangani dan dibawa ke rumah sakit.
Identitas korban diketahui sebagai Ahmad Farhani (24) asal Nisam Aceh Utara, Azam (21) asal Duri, Riau, dan Aria (23) asal Paya Bakong, Aceh Utara. Ketiganya dalam pemantauan medis dan kondisinya dilaporkan stabil.
Dalam proses evakuasi, tim SAR menggunakan berbagai peralatan seperti tandu basket, alat mountaineering, dan kendaraan rescue untuk menjangkau lokasi yang curam dan sulit diakses.
Seperti diketahui lokasi kejadian tersebut bukan kali ini saja terjadi kecelakaan bahkan sudah berulang kali dan tidak sedikit yang melayang nyawanya, namun yang disayang Pemko Sabang dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkesan menutup mata.
Pasalnya, tembok pelindung yang semestinya harus dibangun paling tidak setinggi dua meter dan dibawahnya diletakkan pasir sebagai penahan keselamatan bagi korban kecelakaan akan tetapi itu tidak pernah terpikirkan oleh Dinas terkait.




