SKEPTIS
Hingar deru kendaraan, siang berbalut mendung di sudut Kota Banda.
Aroma hiruk pikuk asyik menyuguhkan egonya.
Tak mau gubris siapa engkau , dikau dan ente
Lempang mengalir dengan lakonnya masing masing.
Sapa santun berganti dengan bunyi klakson kendaraan.
Mata liar memandang tanpa lirih .
Seakan hanya ada kepentingan .
Dan itu hanya kepentingan aku.
Negeri ku kini mulai hilang tatakrama.
Kepongahan dan keegoan dipertontonkan.
Culas dan sinis menjadi hal yang lumrah.
Semua asyik dalam balutan hasrat.
CANDA BERSAMA ALAM
Suatu senja di ujung Bandar.
Sentuhan beda di awal Syawal.
Sirna keluh bersama hembusan angin pantai.
Ombak kecil menghempas pantai larutkan suasana.
Kami hadir membawa pesan bahagia
Seindah senyum mengalir tanpa komando
Ikhlas sertai hasrat
Bersama elegi syahdu yang terukir indah
Mentari perlahan sirna d ufuk barat
Sentuhan warna jingga merona.
Hiruk geliat perlahan redup.
Berganti tafakur tentramkan jiwa
Bersama panggilan Illahi untuk bersujud .
KERINDUAN
Senja di batas kota.
Udara berbalut kelabu
Rintik hujan pun mulai jatuh.
Irama alam mengukir syahdu.
Sunyi dalam dekap kabut senja
Tanpa riang celoteh sang burung.
Mungkin enggan muncul saat mentari kian redup.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya















