“Saya jawab, ‘Aku masih seperti Budiman yang dulu. Saya enggak berubah,” tegas Budiman.
“Saya enggak pernah mencari kekayaan dari jabatan saya. Saya paham penderitaan rakyat yang kamu sampaikan. Saya mengerti. Saya bilang, ‘Saya Budiman yang dulu, tidak berubah,” ujarnya.
Budiman juga menambahkan adanya indikasi bahwa kelompok yang memicu kericuhan tersebut bukanlah kelompok mahasiswa yang sejak awal mengikuti jalannya diskusi secara tertib.
“Pertama-tama, saya tidak terlalu precedence (percaya) bahwa mereka mahasiswa. Peserta di acara diskusi tertib. Tapi pada waktu itu, ada rombongan muncul dari arah tribun. Dan itu bukan dari kumpulan mahasiswa yang tertib di situ. Saya melihat, ini kelompok yang tidak ingin dialog ini terjadi,” jelas Budiman, seraya menambahkan bahwa ajudannya sempat terkena pukulan saat mencoba melindunginya dari lemparan benda di tengah situasi chaos.
Sudaryono dan Nusron Wahid Temui Mahasiswa di Aspal
Sementara itu, Wamentan Sudaryono dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang sempat dievakuasi melalui pintu berbeda, membantah kabar yang menyebutkan bahwa mereka melarikan diri dari hadapan mahasiswa.
Setelah situasi di dalam gedung mereda, keduanya justru turun kembali ke jalan untuk melayani mahasiswa yang ingin menyampaikan kritik secara langsung terkait isu agraria dan penggusuran.




