Terminal Restribusi Saree Resmi Non Aktif

Senin, 29 Juli 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Azhari, SE, Kadis Perhubungan Kabupaten Aceh Besar. Foto: Mukhlisin.

Azhari, SE, Kadis Perhubungan Kabupaten Aceh Besar. Foto: Mukhlisin.

Kota Jantho (ADC) – Suasana di Terminal Restribusi Saree, Kecamatan Leumbah Seulawah Kabupaten Aceh Besar, tampak sepi. Pos petugas yang sebelumnya diisi oleh para petugas dari Dinas Perhubungan Aceh Besar kini tak tampak lagi, sejumlah kios yang mengisi lingkungan Terminal yang dibangun di atas tanah seluas 1,4 hektar itu juga tak berpenghuni.

Terminal restribusi yang dibangun sejak masa kepemimpinan Bupati Bukhari Daud itu, kini hanya jadi gedung dan lingkungan kumuh tak bertuan. Lidik demi lidik ternyata terminal yang di apit oleh SPBU Saree dan salah satu Caffe itu, sudah tidak dioperasikan lagi.

Sebelumnya, Terminal tersebut merupakan salah satu titik tempat pungutan restribusi dari setiap kendaraan angkutan yang melewati jalan Banda Aceh- Medan ini. Setiap kendaraan wajib membayar restribusi senilai Rp 1.000 permobil perkali lewat.

BACA JUGA...  Apakah Wilayah Fisik Administrasi Kampung Perkebunan Sungai Yu Masih Ada?

Tidak diketahui secara pasti, sejumlah uang yang dikumpulkan itu, masuk kedalam KAS daerah atau tidak. Tapi, dua tahun lalu sempat beredar informasi, jumlah uang yang dihasilkan dari restribusi tidak mampu menutupi biaya operasional petugas yang ditempati di terminal yang dibangun dengan kucuran Dana otsus mencapai Rp 7 milyar lebih itu.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Besar, Azhari, SE yang dikonfirmasi media ini di sela sela menghadiri konferensi pers di Kediaman Bupati Aceh Besar, Jumat, 26 Juli lalu, membenarkan jika aktifitas di Terminal Saree itu sudah dinonaktifkan.

“Terminal saree tidak kita operasikan lagi sebagai terminal resteibusi sejak tahun 2018 lalu,” kata Azhari.

Azhari, juga mengungkapkan jika Terminal tersebut akan dialihfungsikan dari sebelumnya sebagai Terminal restribusi menjadi Rest Area (tempat peristirahatan) bagi para kendaraan yang lalu lalang dan membutuhkan lokasi parkiran untuk istirahat akibat kelelahan.

BACA JUGA...  Belum Percaya Janji Pemerintah, Korban Banjir Bertahan di Halaman Kantor Bupati Bireuen

“Tetminal tersebut nantinya akan dijadikan sebagai Rest Area bagi kendaraan yang membutuhkan tempat parkiran untuk beristirahat,” terang mantan Camat Darul Imarah ini.

Namun, Azhari belum dapat memastikan kapan akan diresmikan Terminal tersebut menjadi Rest Area, dan terkait dengan pengelolaan dimasa transisi itu juga tidak disebutkan Azhari. Sedangkan hasil pantauan media ini, Terminal Restribusi kini kerab dijadikan sebagai lokasi pasar malam dan hiburan bagi masyatakat setempat dibawah pengelolaan masyarakat setempat.

Secara terpisah, Camat Lembah Seulawah, Ilyas yang dihubungi media ini melalui saluran selulernya, mengaku telah mengeluarkan izin keramaian di lokasi Terminal Saree itu yang dimohon oleh masyarakat setempat, dan kegiatan pasar malam yang digelar di lokasi tersebut, lata camat ilyas juga sudah mendapat izin dari pihak kepolisian resor Aceh Besar.

BACA JUGA...  Sidang Ahok ke-17 Panas.!! Jawaban Terduga Penista Agama Plin-plan

“Kegiata itu dikelola oleh warga Gampong setempat dan sudah mendapat izin dari kecamatan dan pihak kepolisian,” ujar Camat Ilyas.

Anehnya, Aset daerah yang dibangun dengan jumlah biaya yang tidak sedikit, kini udah menjadi area cuma cuma dan tidak mampu mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD), padahal target pembangunan Terminal dimaksud disebut sebut untuk mendorong pendapatan PAD disektor perhubungan. Kecuali tidak mampu memasok PAD, kini kondisi Terminal tersebut juga terbengkalai dan tak terhiraukan lagi, sedangkan wacana mengalih fungsi, pihak terkait belum dapat memberikan kepastaian waktu realisasinya. (Dahlan/Mulhlisin)

Berita Terkait

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat
APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman
Rizwan Husein: Kopi Jadi Kekuatan KDMP
Kapolres Sabang Pimpin Pencarian WN Malaysia Hilang Menyelam

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:41 WIB

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Kamis, 17 September 2026 - 12:04 WIB

Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 

Rabu, 16 September 2026 - 19:33 WIB

Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Rabu, 16 September 2026 - 07:37 WIB

Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat

Berita Terbaru

HUKOM

KPK Usut Korupsi BPN

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:50 WIB

Tim Gabungan mengevakuasi jenazah korban ke dalam mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban.(Foto/mediaaceh.co.id/(istimewa).

PERISTIWA

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:41 WIB

Pertemuan dan Silahturahmi Direksi PT BAS dengan Kapolda Aceh.

RAGAM BERITA

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:29 WIB

Penyerahan SK Ketua DPD Partai Demokrat Aceh oleh Walikota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar.

POLITIK

Sayuti Resmi Nahkodai Demokrat Aceh

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:05 WIB

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB