
“Kami berkomunikasi sambil silaturahmi. Ketika bicara soal kalender, tidak ada yang serius sekali, kecuali mengatakan persoalan kalender sudah biasa, dan bahkan pada tahun lalu juga ada kalender PWI Aceh Utara-Kota Lhokseumawe,” ujar Jamaluddin mengutip komunikasinya dengan Ketum PWI Pusat melalui ponsel Ketua PWI Kota Lhokseumawe.
Sedangkan, Ketua K3S Aceh Utara M. Yahya juga mengaku tidak pernah mengeluarkan pernyataan kepada wartawan seperti yang diberitakan itu, apalagi sampai menjelaskan persoalan pendistribusian kalender kepada setiap sekolah sebanyak 5 eks, apalagi
dengan cara memaksa pihak K3S.
Bukan yang pertama
Dijelaskan Abdul Halim,
program kalender PWI Aceh Utara bukan hanya baru berlangsung pada tahun 2024 tetapi sejak dia bergabung dengan PWI pada 2012 hingga 2023, PWI Aceh Utara-Lhokseumawe masih mendistribusikan kalender dan hingga kini masih terpajang di sekolah dan kantor pemerintah di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
“Penjelasan itu ada saya sampaikan kepada wartawan aceh.kejarfakta.co yang bernama Saumi ketika dia mengkonfirmasi terkait berita itu, ternyata klarifikasi saya tidak dimuat di dalam pemberitaan,” kata Abdul Halim.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















