Syarwa, Gadis Kecil Ulee Lheue Punya Kisah

Syarwa gadis kecil terinspirasi.

BANDA ACEH (MA) Mentari pagi Minggu 12 Mei 2024 di pantai Ulee Lheue, Banda Aceh sangat cerah. Nuansa pantai dengan riak kecil gelombang buat suasana makin mempesona. Lelah melangkah singgah menikmati suguhan ringan di warung makanan pinggir pantai bawah jembatan Ulee Lheue.

Gadis kecil sekejap menghampiri dengan membawa daftar menu yang tersedia. Walau usia baru sekitar 13 tahun namun gadis kecil ini yang memperkenalkan dirinya Syarwa sangat komunikatif. ” Selamat datang pak, mau pesan makanan apa,” ujar Syarwa.

BACA JUGA...  Panwaslih: ASN dan Aparat Kampung Jaga Netralitas dalam Pemilu 2024

Rasa ingin tau saya mengajak Syarwa untuk berbincang sejenak. Dia menceritakan kebanggaannya membantu ibunda setiap hari terutama selepas pulang sekolah kecuali hari Minggu dimana warung buka pagi hari.

“Ayah saya meninggal 4 tahun lalu di pantai Ulee Lheue ini, saat ayah menolong ada anak yang tenggelam,” kisah Syarwal.

” Anak yang ditolong ayah selamat namun ayah hanyut dan baru ketemu selepas Maghrib,” ungkap Syarwal.

BACA JUGA...  Dugaan Mark-Up Pengadaan Interior RSUD Muyang Kute dalam Penyelidikan

Wajah sedih namun tetap optimis, Syarwal menjalani hidup bersama sang ibu dan 2 adiknya dengan membuka Cafe di taman bawah jembatan Ulee Lheue. Kopi Ekspreso dan kentang goreng menemani ceritan bersama gadis cilik yang membantu ibunda untuk gapai cita cita.

Syarwal merasa terpanggil untuk menjadikan kawasan Ulee Lheue Banda Aceh menjadi salah satu destinasi wisata andalan Aceh. Meski kini dia masih duduk dibangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD) namun dia bercita-cita menjadi salah satu pelaku wisata yang akan memajukan dan memperkenalkan Aceh ke dunia luar.(T. Maimun).

BACA JUGA...  SJI PWI Aceh Direstrukturisasi