SPS Gelar Dialog Nasional Mencari Solusi Bagi Perusahaan Pers Lepas dari Ketergantungan Platform Digital Raksasa

Perusahaan bisa mengembangkan satu website yang tidak bergantung ke raksasa digital (engagement besar, konten niche, iklan direct, tidak pakai programmatic buying, deal bisnis langsung ke korporasi), tapi tidak lama bertahan.

Solusi yang menihilkan peran raksasa digital mungkin saja, tetapi tidak gampang. Ada beberapa solusi yang bisa kita kembangkan, mulai dari Data Audiens, Multiplatform form, dan Customization. Kalau kita bisa melakukannya, maka kita bisa pelan-pelan melepaskan ketergantngan pada platform raksasa tadi.

BACA JUGA...  Diskusi ART dan Kedaulatan Media: Keterbukaan Perdagangan Harus Sejalan dengan Perlindungan Pers Nasional

Yusuf Widjanarko, Media Manager Planner Pikiran Rakyat Media Network (PRMN), mengatakan, Membangun kesadaran pola konsumsi informasi di Indonesia adalah tantangan yang luar biasa besar.

Mengikuti apa yang dicontohkan industri lain, ada pilihan model bisnis subscription dan crowdfunding bagi industri media. Kenapa ini dianggap akan menjadi tren baru di tengah infodemik, karena ikatan yang lebih kuat dengan audiens, konten lebih berkualitas, dan pendapatan lebih stabil.

BACA JUGA...  Tito Karnavian beri Atensi dan Apresiasi Tertinggi pada Aceh Tamiang

Tentang SPS

Pada 8 Juni 1946, tokoh-tokoh, pendiri perusahaan-perusahaan Pers Nasional berkumpul di Yogyakarta untuk mengikrarkan berdirinya Serikat Penerbit Suratkabar (SPS). Organisasi ini menjadi alat perjuangan dalam menjaga kedaulatan Republik Indonesia melalui pers.