Untuk mencapai target tersebut, Sofyan memaparkan beberapa strategi utama, di antaranya:
1. Meningkatkan frekuensi dan kualitas event pariwisata, seperti Festival Sabang Fair yang digelar setiap tahun, serta penyelenggaraan event olahraga, seni, dan budaya minimal di tingkat Provinsi Aceh.
2. Memperkuat promosi wisata Sabang tidak hanya oleh Pemerintah Daerah, tetapi juga oleh ASN dan seluruh elemen masyarakat, melalui berbagai platform media sosial dan kanal promosi digital.
3. Pembangunan infrastruktur dan fasilitas penunjang pariwisata, termasuk akses transportasi, kebersihan kawasan wisata, serta peningkatan kualitas layanan publik.
> “Kunci keberhasilan pembangunan Sabang terletak pada kolaborasi dan partisipasi seluruh pihak. Kita ingin menjadikan Sabang bukan hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakatnya,” tambah Sofyan.
Melalui strategi besar “GERBANG NOL KM INDONESIA”, diharapkan Sabang dapat memperkuat posisinya sebagai ikon wisata nasional di ujung barat Indonesia, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi daerah berbasis pariwisata. (*)




